Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Puluhan CJH Kota Kediri Belum Lunasi BPIH, Kemenag Perpanjang Waktu Pelunasan hingga Pekan Depan

Ayu Ismawati • Jumat, 18 April 2025 | 05:59 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Pelunasan biaya perjalanan ibadah haji (BPIH) tahap II yang sedianya berakhir kemarin, diperpanjang. Kementerian Agama (Kemenag) memutuskan memperpanjang masa pelunasan setelah puluhan calon jemaah haji (CJH) belum melunasi biaya hingga kemarin.

          Data yang dihimpun koran ini, total ada 202 CJH yang sudah melunasi BPIH di tahap I. Sedangkan dalam pelunasan tahap II yang dibuka mulai 24 Maret – 17 April, masih ada 52 CJH yang belum melunasi. Sisanya, untuk calon jemaah cadangan masih ada 84 orang yang belum selesai pelunasannya.

          Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Kota Kediri Gunardianto mengatakan, pelunasan tahap II itu dibuka untuk mengakomodasi calon jemaah yang mengalami gagal sistem di tahap I, calon jemaah penggabungan, hingga cadangan.

“Pelunasan dibuka lagi karena masih ada calon jemaah yang belum melunasi,” ujar Gunardianto.

          Sembari menunggu pelunasan itu, ratusan calon jemaah haji lainnya sudah mulai melaksanakan persiapan. Termasuk manasik haji di tingkat kecamatan yang sudah berlangsung sejak Sabtu (12/4) lalu. “Koper juga sudah dibagikan,” sambungnya.

          Berbeda dengan tahun lalu, menurut Gunardianto tahun ini ada tambahan satu tas lagi yang bisa digunakan jemaah saat ibadah Armuzna. Atau, puncak ibadah haji yang berupa rangkaian ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.

          Dengan begitu, koper dan tas yang diterima CJH meliputi koper besar berkapasitas 32 kilogram (kg), tas jinjing 12 kg, tas paspor, serta tas kecil untuk puncak ibadah haji.

          “Semuanya sudah diambil, tinggal beberapa milik petugas,” tandas pria yang secara definitif menjabat sebagai Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Kemenag Kota Kediri itu.

          Lebih jauh Gunardianto menjelaskan, pihaknya juga sudah membahas teknis pemberangkatan dan penyambutan jemaah haji.

Berdasar hasil rapat dengan Pemkot Kediri, tahun ini rencananya pemberangkatan haji akan dilakukan dari kawasan GOR Jayabaya. Begitu pula kedatangan yang akan terpusat di sana.

          “Persisnya tanggal berapa (keberangkatan dan kepulangan, Red) sampai sekarang belum ada surat resmi. Tapi Kota Kediri dipastikan masuk gelombang 1,” terangnya, ditemui di kantor Kemenag Kota Kediri kemarin.

          Adapun dalam gelombang 1 itu, total akan ada 50 kelompok terbang (kloter). Wilayah kerja (Wilker) Kediri akan berangkat di gelombang 1 tersebut. Di Wilker Kediri, Kota Kediri berada pada urutan kedua setelah Kabupaten Tulungagung.

          “Hanya ada estimasi berupa perencanaan perjalanan. Wilker Kediri itu 1 Mei sudah mulai masuk asrama haji. Tapi yang nomor satu kan Tulungagung. Tulungagung ada beberapa kloter. Nah, apakah tanggal 1 itu sudah masuk semua, itu yang kami belum tahu,” tandasnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #Kemenag 2025 #CJH 2025 #haji 1446 H