Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pembebasan Tanah Tol Ki Agung Dilanjutkan Juni, Tunggu Lahan untuk Akses Bandara Dhoho Selesai

Ayu Ismawati • Jumat, 18 April 2025 | 05:44 WIB
Warga memasang banner protes di jalan Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Ki Agung.
Warga memasang banner protes di jalan Desa Tiron, Banyakan yang terdampak Tol Ki Agung.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Keresahan warga di Kecamatan Semen hingga Mojo terkait  pembebasan tanah Tol Kediri-Tulungagung (Ki Agung), segera terjawab. Proses yang sempat mandek sekitar setahun itu akan dilanjutkan kembali Juni nanti.

          Pembebasan tanah di sana akan dilanjutkan setelah proses pembebasan tanah tol segmen I atau akses ke bandara rampung Mei nanti. Hal tersebut diungkapkan oleh Asisten I Sekretariat Daerah Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sukadi.

Menurutnya, PT Surya Sapta Agung Tol (SSAT) memang memprioritaskan pembebasan tanah segmen I. Yakni, mulai Tiron, Banyakan-Bandara Dhoho, hingga Jl Mayjen Sungkono Kota Kediri-Bandara Dhoho.

“Itu (SSAT) berharap proyek ini jangan henti untuk pengadaan tanah saja. Sehingga diyakinkan bahwa ruas dari Tiron-Bandara maupun Semampir menuju Bandara itu segera ada progres fisiknya. Itu kenapa untuk pengadaan tanah (Semen ke selatan) juga mundur,” kata Sukadi.

          Lebih jauh Sukadi menyebut, pada April hingga Mei nanti, rekanan tengah mengebut pembebasan tanah di wilayah Manyaran dan Tiron. Yakni, tanah yang masuk penlok II. Sedikitnya ada lima bidang yang akan dieksekusi minggu depan.

”Itu dieksekusi dan penlok kedua itu kemarin sudah ada pembayaran tahap pertama. Yang sudah setuju dibayar tahap pertama,” lanjut Sukadi sembari menyebut dua minggu setelahnya aka nada pembayaran tahap kedua.

          Lebih jauh Sukadi menyebut, Tol Ki Agung Segmen I atau Tol Bandara sudah ditargetkan pembangunan fisiknya. Yakni harus selesai pada November nanti. Selanjutnya, untuk jembatan depan SPBU Semampir ditarget bisa rampung dua tahun mendatang.

          Lamanya penyelesaian fisik di sana itulah yang membuat PT SSAT mendahulukan penyelesaian pembebasan tanah Tol Bandara. “Untuk melanjutkan pengadaan tanah (Semen dan Mojo, Red) tidak menunggu fisik selesai, tapi pengadaan tanahnya sudah rampung dulu,” jelas Sukadi.

Dikatakan Sukadi, jika Mei ini pembebasan tanah segmen I untuk penlok I dan penlok II bisa klir, selanjutnya akan dilakukan pembebasan tanah wilayah Semen dan Mojo. “Kami juga sudah melakukan mediasi dengan warga Semen terkait lanjutan pembebasan tanah,” paparnya.

Untuk diketahui, selain akses tol ke bandara, di Kabupaten Kediri total ada 1.548 bidang tanah terdampak tol di Kecamatan Semen dan Mojo. Rinciannya, 1.082 bidang di Kecamatan Mojo yang tersebar di 15 desa. Sedangkan 466 bidang tanah di Kecamatan Semen tersebar di lima desa.

Sukadi menegaskan, untuk di Desa Semen pembebasannya sudah 70 persen. Lalu, Desa Bobang sudah dibayar sekitar 40 persen. “Untuk yang setuju (di wilayah Bobang) hampir 100 persen,” tandasnya.

Untuk Desa Puhrubuh sudah setuju semua, namun belum dibayarkan. “Untuk yang di Puhrubuh ini tim sudah turun dan melakukan penilaian serta sudah disampaikan warga dan semua setuju dengan nilai tersebut, tinggal bayar saja,” jelasnya.

Selanjutnya untuk Desa Sidomulyo, Semen hingga Mojo belum dilakukan penilaian sehingga belum ada peta bidang. Juni nanti wilayah tersebut ditargetkan mulai dilakukan appraisal atau penilaian harga tanah.

“Tentunya kalau yang Semen pembayaran, nanti yang Sidomulyo ke selatan, tim satgas A dan B juga mulai inventarisasi dan identifikasi,” imbuhnya sembari menyebut ruas Semen-Mojo sepanjang 25 kilometer. 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #tol kediri tulungagung #Tol Ki Agung