Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

PT SGN Janji Membangunkan Sumur Dalam, Hasil RDP Pencemaran warga Plosoklaten Kediridi Komisi III DPRD

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 16 April 2025 | 07:58 WIB
Komisi III DPRD Kabupaten Kediri menggelar rapat membahas pencemaran air sumur warga Desa Plosolor, Plosoklaten yang dihadiri warga terdampak, OPD dan PT SGN sebagai pemegang HGU kemarin.
Komisi III DPRD Kabupaten Kediri menggelar rapat membahas pencemaran air sumur warga Desa Plosolor, Plosoklaten yang dihadiri warga terdampak, OPD dan PT SGN sebagai pemegang HGU kemarin.

KABUPATEN, JP Radar Kediri-Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kediri menggelar rapat tertutup membahas pencemaran air sumur warga Desa Plosolor, Plosoklaten, kemarin. Dalam rapat yang dihadiri warga terdampak, perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) dan PT PT Sinergi Gula Nusantara (SGN) MKSO Tebu Kebun Dhoho, pemegang hak guna usaha (HGU) perkebunan itu didapati kesepakatan agar perusahaan plat merah tersebut membangunkan sumur dalam untuk warga.

Ketua Komisi III DPRD Kabupaten Kediri Totok Minto Leksono mengatakan, rapat dengar pendapat (RDP) kemarin memang untuk memediasi masalah pencemaran air sumur warga di Desa Plosolor, Plosoklaten. "Tadi (15/4) kami mem-pressure pihak HGU (PT SGN, Red) dan dinas untuk mengatasi permasalahan (pencemaran 18 sumur, Red) di masyarakat," katanya ditemui setelah selesai rapat.

            Dewan, lanjut Totok, sengaja ikut turun tangan untuk memastikan masalah segera terselesaikan. Mereka tidak ingin masyarakat yang terdampak mengalami hal yang lebih buruk lagi. Misalnya mereka sakit atau bahkan meninggal dunia karena terdampak air yang tercemar.

"Namun dari awal sudah diantisipasi dinas lingkungan hidup (DLH) yang mengambil langkah konkret. Dinas kesehatan sudah antisipasi dengan pemeriksaan laboratorium. Berarti sudah dicegah agar jangan sampai warga meminum air,” lanjut Totok sembari menyebut hal itu bisa mencegah warga dari hal yang fatal.

            Sambil menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terhadap sampel air yang dikirim DLH, menurut Totok pihaknya akan tetap mengawal kasus tersebut. Komisi III DPRD menurutnya juga sudah meminta bappeda untuk menindaklanjuti hasil RDP kemarin.

            Selain menggelar RDP kemarin, menurut Totok tidak menutup kemungkinan dewan juga akan turun ke lapangan. Selebihnya, mereka juga akan memanggil kembali para pihak untuk mengetahui progres penanganan pencemaran air yang menimpa belasan warga di wilayah timur Kabupaten Kediri itu.

            Dikatakan Totok, meski menyebab pencemaran masih belum dipastikan,, menurutnya PT SGN akan membangunkan sumur dalam yang masuk corporate social responsibility (CSR) mereka. "Jumlah pengeboran melihat nanti perkembangan seperti apa. Hal ini tentunya juga dikoordinasikan dengan pihak dinas terkait karena memang perlu berjalan bersama," tegasnya.

Terpisah, General Manager (GM) PT Sinergi Gula Nusantara MKSO Tebu Kebun Dhoho Sri Pratomo menuturkan, sebagai grup dari perusahaan plat merah, pihaknya tetap memedulikan masyarakat. "Namun, apakah sumber pencemaran itu dari mana, itu perlu mungkin investigasi lebih lanjut. Pada prinsipnya ada musibah ada kemalangan yang dialami masayrakat, dimana mereka kesulitan mengakses air bersih dan di situ kami hadir," tuturnya tentang rencana pembangunan sumur dalam.

            Saat ini menurut Pratomo pihaknya sudah memberi bantuan air bersih sebesar sembilan ribu liter per hari. Selanjutnya, dia berkomitmen membangunkan sumur dalam agar masyarakat mudah mengakses air bersih.

"Kalau bantuan air kami berikan sampai kebutuhan warga terpenuhi. Namun, untuk memberikan solusi yang lebih permanen, kemungkinan akan ada CSR sumur bor," jelasnya.

Menanggapi rencana pembangunan sumur bor, Edi Bintoro, 38, salah satu warga terdampak mengaku senang. Menurutnya, dengan adanya sumur baru nanti warga tidak lagi tergantung pada dropping air. "Kalau saya pribadi sudah pas (menerima bantuan sumur bor, Red),” jelas Edi sembari menunggu hasil pemeriksaan laboratorium tentang penyebab pencemaran di sumurnya.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#sumur warga #warga kediri #sumur tercemar #radar kediri #pemkab kediri