KOTA, JP Radar Kediri-Ratusan pejabat Pemkot Kediri mengikuti lanjutan tes psikologi di Ruang Soekarno-Hatta, Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri kemarin. Jika Senin (14/4) lalu mereka mengikuti tes kejiwaan, Selasa kemarin mereka mengerjakan rangkaian soal psikologi.
Sesuai standar, para peserta dinyatakan lulus jika mendapat nilai di atas 61. Karenanya, peserta yang mendapat nilai di bawah 61 akan dipanggil untuk konseling.
Kepala Bagian (Kabag) Psikologi Biro SDM Polda Jatim AKBP Dr Mochammad Mujib Ridwan mengatakan, tes psikologi bertujuan memberi gambaran tentang aspek psikologi. Di antaranya mengungkap aspek kecerdasan, kepribadian, dan sikap kerja.
“Untuk ASN saat ini mengutamakan bagaimana ASN ini bisa bekerja dengan baik. Terutama dalam aspek integritas, loyalitas, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Polda Jatim, lanjut Mujib, memiliki standar kelulusan yang ditentukan sesuai norma baku. “(Skor, Red) 61 itu lulus. Jadi seseorang bisa memenuhi syarat dalam kaitannya dengan jabatan yang akan diemban. Atau syarat-syarat dari bagaimana seseorang bisa mengemban jabatan itu,” ungkapnya.
Jika peserta tes tidak memenuhi standar nilai itu, pihaknya akan menyampaikan umpan balik atau feedback. Yakni berupa konseling untuk menyikapi aspek apa yang perlu dikembangkan dari potensi yang bersangkutan.
“Kami memeriksa kondisi seseorang ini memang saat melaksanakan tesnya. Tapi biasanya itu (nilai tes, Red) berasal dari potensi. Kalau psikologi ini kan bukan berasal dari proses belajar. Tapi dari potensi mereka yang sudah terlahir dari awal,” beber Mujib ditemui di lokasi tes kemarin.
Untuk diketahui, kemarin Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati kembali meninjau pelaksanaan tes lanjutan. Menurutnya, tes kesehatan jiwa dan psikologi itu bertujuan menggali potensi dari total 148 pejabat yang mengikuti tes.
“Karena ASN ini kan dituntut memiliki kompetensi yang tinggi. Selain itu menurut saya ASN juga harus memperhatikan kondisi kesehatan jiwa dan psikologisnya,” ujarnya sembari menyebut ASN juga harus memiliki mental yang stabil dalam menjalankan tugasnya.
Disinggung terkait tujuan tes sebagai bahan pertimbangan mutasi atau promosi jabatan, Vinanda hanya mengisyaratkan bahwa hasil tes itu akan digunakan sebagai dasar penggolongan pejabat.
“Ya ini nanti akan kami lihat hasilnya. Kami akan menggolongkan dengan menggali berdasarkan hasil dari dua tes ini,” paparnya.
Seperti diberitakan, kondisi kejiwaan ratusan pejabat Pemkot Kediri diperiksa selama dua hari, sejak Senin (14/4) lalu. Pemkot Kediri menggandeng Polda Jatim untuk melaksanakan tes kesehatan jiwa dan psikologi terhadap 148 pejabat Pemkot Kediri.
Para pejabat eselon II, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), hingga petinggi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu mengikuti tes di kantor Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Selain itu, para camat, kepala bagian, hingga lurah, dan sekretaris lurah juga tak luput.
“Tes juga untuk menilai kemampuan personal pejabat yang bersifat normatif. Menilai kinerja, kemampuan sosial, serta komunikasi dari masing-masing pejabat,” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Un Achmad Nurdin.
Sementara itu, selain meninjau pelaksanaan tes pejabat lanjutan, kemarin Wali Kota Vinanda juga melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Kelurahan Bangsal. Di sana, dia mendapati ada tiga staf kelurahan yang tidak berada di kantor di saat jam kerja.
“Ketika saya hadir di sana, ada tujuh orang. Sedangkan jumlah ASN di sini ada 10 orang. Ada tiga yang tadi disampaikan masih keluar, tapi sepertinya belum hadir,” ungkap Vinanda.
Dia pun mengingatkan agar seluruh ASN bisa disiplin. Sebagai pelayan masyarakat, ASN harus memberi contoh yang baik bagi masyarakat. Sedangkan terkait kehadiran dan kedisiplinan, menurutnya tidak hanya sekadar hadir tepat waktu saja. “Tetapi juga bagaimana mereka bisa melaksanakan tanggung jawab dengan sungguh-sungguh. Itu yang ingin saya pastikan,” tandasnya.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira