Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Begini Kondisi Kualitas Udara di Kota Kediri, DLHKP Tempatkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara di Taman Ngronggo

Ayu Ismawati • Minggu, 13 April 2025 | 03:11 WIB
Photo
Photo

KOTA, JP Radar Kediri-Kota Kediri sudah memiliki alat pengukur kualitas udara sendiri. Sejak akhir 2024 lalu, Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri menempatkan Stasiun Pemantau Kualitas Udara (SPKU) di Taman Ngronggo. Dari hasil pantauan alat tersebut, kualitas udara di Kota Kediri rata-rata kategori baik–sedang.

            Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, Pemerintah Kota Kediri mulai mendapatkan bantuan alat pengukur kualitas udara sejak akhir 2024 lalu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Sampai saat ini, alat tersebut berfungsi menakar kualitas udara di Kota Kediri secara realtime setiap harinya.

            Menurut Imam, secara umum kualitas udara di Kota Kediri masih baik. Hanya saja, terkadang permasalahan udara sering terpusat di kawasan industri seperti di Kecamatan Pesantren. “Kualitas udara nggak ada masalah. Rata-rata paling di (Kecamatan) Pesantren,” ujarnya.

            Berdasar SPKU itu, kualitas udara dibagi dalam lima kategori. Mulai dari baik, sedang, tidak sehat, sangat tidak sehat, hingga berbahaya. Beberapa waktu terakhir, rata-rata kualitas udara di Kota Kediri fluktuatif di kategori baik hingga sedang. “Seperti hari ini (19/3), ISPU-nya (Indeks Standar Pencemaran Udara, Red) 67 untuk pm 2,5. Masuk kategori biru atau sedang,” ujarnya (19/3).

            Pantauan Jawa Pos Radar Kediri pada 28 Maret lalu melalui aplikasi ISPUnet, indeks standar pencemaran udara turun di angka 50. Dengan angka itu, maka termasuk dalam kategori hijau atau baik. Di kategori tersebut, tingkat kualitas udara dinilai sangat baik, tidak memberikan efek negatif terhadap manusia, hewan, dan tumbuhan.

            Selama momentum mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri, pada umumnya terjadi peningkatan volume kendaraan di jalan. Akibatnya, emisi gas seperti karbon monoksida di udara meningkat.

            Menyikapi itu, Imam menyebut pihaknya juga akan melakukan pemantauan selama periode itu. “Nanti coba waktu hari-H lebaran akan kita lihat. Kan ada beberapa hari plus cuti bersama. Itu nanti akan kita pantau empat hari itu,” pungkas Imam.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #kualitas udara dan polusi #kualitas udara dalam ruangan #DLHKP Kota Kediri #kualitas udara