Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

⁠Petani Kediri ikuti Panen Raya Serentak 14 Provinsi, Begini Harapannya

Habibah M • Selasa, 8 April 2025 | 03:20 WIB
PANEN RAYA : Suasana panen raya serentak dengan menggunakan alsin pasca-panen yang berlangsung di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri  kemarin.
PANEN RAYA : Suasana panen raya serentak dengan menggunakan alsin pasca-panen yang berlangsung di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem, Kabupaten Kediri kemarin.

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Pemkab Kediri dan para petani meminta Pemerintah Pusat memenuhi janji. Yaitu membeli gabah petani dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Selain itu, para petani berharap agar proses serapan gabah oleh Badan Umum Logistik (Bulog) lebih memudahkan mereka. Yaitu dengan mendatangi langsung petani. Bukan sebaliknya, petani yang mengirim gabah ke petani.

Keinginan tersebut muncul saat berlangsungnya Panen Raya Serentak di 14 provinsi kemarin (7/4). Secara nasional, kegiatan ini dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo Subianto. Sedangkan di Kabupaten Kediri, dipimpin oleh Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertan) Sukadi. Lokasinya di Desa Nambaan, Kecamatan Ngasem.

“Kecamatan Ngasem merupakan salah satu kecamatan yang memiliki peran penting dalam pengembangan pertanian di Kabupaten Kediri, khususnya padi,” ucap Sukadi dalam sambutannya.

Dia menjelaskan, saat ini Kabupaten Kediri memiliki lahan padi seluas 49,8 ribu hektare. Ini masih kurang dari target yang ditetapkan yaitu seluas 63 ribu hektare.

Agar bisa terealisasi, Pemkab Kediri akan melakukan beberapa langkah. Salah satunya adalah meningkatkan indeks penanaman (IP) dari 100 menjadi 200.

“Kemarin kami memiliki angan-angan untuk menaikkan luas lahan tanaman padi sekitar tiga ribu hingga empat ribu hektare,” jelas pria yang juga menduduki posisi sebagai asisten sekretaris daerah bidang pemerintahan dan kesejahteraan rakyat (kesra) ini.

Selain itu pemkab juga melakukan serangkaian upaya. Seperti membantu petani dalam budidaya tanaman pangan, khususnya padi. Bantuan itu b erupa benih berkualitas, pompa air, rehabilitasi saluran irigasi, irigasi perpompaan, dan jalan usaha tani. Juga, ada bantuan alat mesin (alsin) pra dan pasca-panen.

Sukadi berharap,  panen serentak ini tetap membuat harga gabah stabil. Tentu saja yang pantas didapat petani untuk memenuhi kebutuhan musim tanam selanjutnya. Yaitu mulai dari membeli pupuk, obat-obatan, hingga benih. Karena itulah dia berharap agar gabah bisa diserap Bulog dengan harga Rp 6.500 per kilogram.

Selain itu, dia berharap agar penyerapan gabah oleh Bolog  bisa langsung ke petani. Transaksi bisa dilakukan di pinggir jalan, dan petani dapat langsung mendapatkan uangnya. Hal tersebut lebih memudahkan petani dari pada harus mengirim langsung ke bulog.

Keinginan Sukadi itu diamini oleh petani. Menurut Siswo Putro, petani dari Desa Nambaan, dia sangat berharap harga gabah sesuai kebijakan yang telah dibuat. Yaitu senilai Rp 6.500 per kilogram.

Tak hanya itu, pemilik sekitar satu hektare sawah ini juga berharap pemerintah melakukan serangkaian upaya yang memudahkan petani.

“Saya berharap agar harga obat-obatan bisa diturunkan,” pinta pria 50 tahun ini.

Siswo menjelaskan melakukan masa tanam pada Desember tahun lalu. Sebenarnya, dia memperkirakan hasil panen bisa mencapai 7,5 ton. Sayang, ada serangan gulma dan orong-orong membuat realisasinya sedikit menurun.

Sementara itu, menurut Sukadi, masa panen raya di Kabupaten Kediri sebenarnya sudah berlangsung Maret lalu. Karena kebanyakan petani sudah memulai masa tanam pada November atau Desember. Bila mengacu usia padi antara 100 hingga 110 hari maka masa panen jatuh pada Maret.

Berdasarkan data yang ada, pada Januari terjadi panen paadi di lahan seluas 1.666 hektar. Kemudia pada Februari seluas 3.673 hektare dan Maret 13.700 hektare. Sementara April ini targetnya adalah 6.413 hektare.

“Harapan dari petani kami mohon izin penyerapan gabah di Kabupaten Kediri, apa yang dijanjikan pemerintah pusat dengan harga Rp 6.500 per kilogram benar-benar bisa direalisasikan,” tegasnya.

Di Januari ini, sudah terjadi penanaman padi di lahan seluas 5.213 hektare. Ini akan dipanen pada akhir April atau awal Mei. Sedangkan untuk Februari sudah ada penanaman di 2.484 hektare yang akan dipanen awal Mei. Sedangkan penanaman pada Maret seluas 2.423 hektare dan akan panen pada Juni.

“April ini, istilah orang sini adalah tanaman gadu. Tanam padi yang kedua. Sehingga dalam satu tahun, lahan akan ditanami dua kali,” terang Sukadi.  (ara/fud)

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#radar kediri #petani #kediri #padi #harapan #panen raya serentak #bulog #gabah