Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mengintip Nasib PKL di Kawasan SLG Kediri Kini

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 4 April 2025 | 03:00 WIB

 

Mengintip Nasib PKL di Kawasan SLG Kediri Kini
Mengintip Nasib PKL di Kawasan SLG Kediri Kini

Bangunan itu berdiri di utara Taman Hijau Simpang Lima Gumul (SLG).  Dibangun pada 2021 silam. Tujuannya, sebagai tempat berdagang para pedagang kaki lima (PKL) SLG yang kian marak.

Menjadi sentra perdagangan di kawasan wisata ikonik di Kabupaten Kediri ini.

Tapi, ironisnya, sejak selesai dibangun hingga saat ini belum pernah difungsikan. Padahal, artinya sudah empat tahun bangunan ini mangkrak.

Membuat kondisinya jadi memprihatinkan. Mulai rusak di sana-sini.

Contohnya, tulisan nama lokasi di bagian depan sudah banyak yang hilang dan rusak. Pada tulisan Area PKL Kawasan SLG Kabupaten Kediri itu, sembilan hurufnya sudah hilang. Yang masih ada pun juga sudah tak bisa terbaca.

Pot-pot ukuran besar yang ditanami pohon juga sama saja. Sebagian sudah ada yang pecah. Sementara di pelatarannya juga tumbuh rumput-rumput liar yang lebat. Sampah pun juga terlihat berserakan.

Plt Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Irwan Chandra Wahyu Purnama melalui Kabid Ciptakarya Joko Riyanto mengatakan, seharusnya tempat ini sudah bisa difungsikan pada  Desember 2023 lalu.

Sebab oleh Dinas Perkim sudah diserahkan ke Bagian Perekonomian Pemkab Kediri.

“Pembangunan dari kami. Namun untuk pemanfaatan dari pihak perekonomian dan sudah kami serahkan,” jelas Joko.

Dia menjelaskan, bahwa tempat ini dibangun pada 2021. Berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama anggrannya Rp 5,1 miliar.

Baca Juga: Oversized Everything Jadi Tren Fashion 2025 yang Nyaman dan Fleksibel

Tahap berikutnya dilakukan pada 2022. Anggarannya Rp 4,1 miliar. Pada 2023 dilakukan optimalisasi yang memakan anggaran Rp 163,7 juta.

“Untuk optimalisasi seperti drainase, banyak area genangan kami beresin,” jelasnya.

Setelah diserahkan, hingga saat ini masih belum difungsikan. Akibatnya banyak bagian yang rusak.

Berikutnya, karena belum difungsikan, oleh pihak perekonomian diserahkan ke Perkim terkait pemeliharaan. Anggaran yang digunakan mencapai Rp 200 juta.

“Mulai tahun ini pengecatan-pengecatan. Selain itu agar tidak njembrung (ada genangan, Red),” jelas Joko.

Area PKL Kawasan SLG Kabupaten Kediri ini dibangun untuk menampung 400-an PKL.

Sayangnya, para pedagang banyak yang enggan berpindah. Alsannya beragam. Namun yang paling utama karena takut tidak laku.

“Telanjur nyaman di sini (dekat Taman Hijau SLG, Red). Kalau di sana takut tak laku,” aku An, seorang PKL yang menjajakan minuman.

Perempuan 42 tahun itu mengatakan, dia menduga seperti itu karena kawasan PKL itu  jaraknya relatif jauh dengan taman hijau. Membuat pembeli malas datang.

“Kalau dari taman, terus harus jalan ke sana, ya lumayan (malas),” kilahnya.

Alasan An tidak sepenuhnya benar. Karena jarak taman hijau dengan Kawasan tersebut hanya 100-an meter.

Namun, memang lokasi lapak PKL di area itu agak menjorok di dalam. Sehingga, jika pengunjung ingin beli makanan atau minuman, harus berjalan sekitar lima menit.

“Yang gendong anak, pasti kan tidak mau jalan jauh. Atau mungkin yang sudah tua, juga pasti capek. Kalau misal parkirnya di dalam sana, untuk jalan ke taman juga capek,” ujarnya terus berdalih.

Ada pula yang beralasan lapak terlalu kecil. Tidak memuat gerobak yang digunakan berjualan. Sebab, satu lapak hanya berukuran 1,5 meter x 2 meter.

“Gerobak saya lumayan besar. Jadi kalau masuk ke sana, yang ukurannya kecil. belum lagi badan saya juga besar,” dalih Mun, pedagang dimsum, sembari bercanda.

Beda lagi dengan keterangan dari Pemkab Kediri. Yang mengaku tidak ada penolakan pedagang.

“Belum ada penolakan,” aku Kabag Perekonomian Santoso.

Lantas kenapa para pedagang tidak segera masuk ke sana? Dia berdalih bahwa Area PKL Kawasan SLG itu masih diperbaiki Dinas Perkim Kabupaten Kediri.

“Setelah selasai insya Allah difungsikan,” jelasnya. (muhamad asad muhamiyus sidqi/fud)

 

Editor : Ilmidza Amalia Nadzira
#slg kediri #pkl #slg #Nasib