KOTA, JP Radar Kediri-Jelang puncak arus mudik akhir pekan ini, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati dan pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Kediri melakukan pengecekan sejumlah pos pengamanan (pospam) kemarin. Hasilnya, meski ada peningkatan volume arus kendaraan namun masih relatif lancar.
Pantauan koran ini, pengecekan dilakukan di tiga pos. Mulai Pospam Bence dan Mrican, serta Pos Pelayanan (Posyan) Alun-Alun. Di tiap pos yang dikunjungi, wali kota termuda di Indonesia itu mengecek pemetaan personel, potensi kerawanan, dan potensi lain yang harus diwaspadai.
Tidak hanya itu, Vinanda bersama para pejabat forkopimda juga berbincang dengan personel yang bertugas di sana. Ditemui di Pospam Mrican, Vinanda mengatakan, hingga kemarin arus lalu lintas masih relatif lancar. Meski, sudah mulai ada peningkatan dibanding hari-hari biasa.
Simpang empat Mrican menjadi salah satu titik pantauan kelancaran arus lalu lintas. Sebab, menjadi pintu masuk ke Kota Kediri dari Kabupaten Nganjuk. Pada puncak arus mudik, lokasi tersebut sering jadi simpul kemacetan.
“Di sekitar pospam ini (perempatan Mrican, Red) cenderung masih landai. Tidak ada peningkatan jumlah kendaraan. Tapi yang ada (peningkatan jumlah kendaraan, Red) di sekitar alun-alun,” ujarnya.
Mengantisipasi kemacetan yang kerap terjadi pada puncak arus mudik dan balik Idul Fitri, menurut Vinanda diperlukan kolaborasi berbagai pihak untuk mengatasinya. Sehingga, pemudik yang melintas di Kota Kediri tetap aman.
“(Pengecekan kemarin, Red) untuk memastikan kondisi keamanan di sekitar pos. Juga mengecek kepadatan kendaraan (di H-4 lebaran, Red),” terang perempuan berusia 26 tahun itu.
Untuk para pemudik, Vinanda mengimbau agar mereka tetap memperhatikan keselamatan dan menjaga kesehatan. Sebab, tidak jarang pemudik lupa beristirahat karena ingin cepat sampai di kampung halaman dan bertemu keluarga.
“Jangan berkendara terlalu cepat, itu berbahaya. Kadang pemudik ini saking semangatnya bertemu keluarga, mereka lupa istirahat,” paparnya meminta pemudik juga tetap memperhatikan rambu lalu lintas demi keamanan mereka.
Terpisah, Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji menyebut, pengamanan arus mudik dan balik lebaran dimulai sejak 23 Maret hingga 8 April. Total ada 350 personel gabungan yang disiagakan. Selain polisi, ada juga TNI dan unsur Pemkot Kediri yang ikut mengamankan.
Pengamanan lebaran dipusatkan di lima pospam dan satu pos pelayanan. Personel di tiap pos ditugaskan untuk mengurai kepadatan yang mungkin terjadi di wilayah Polres Kediri Kota.
“Titik rawan macet ada di beberapa simpang akses masuk kota. Seperti dari arah utara itu seputaran Semampir yang arusnya datang dari arah Kertosono,” ungkap Bramastyo sembari menyebut perempatan Mrican, perempatan Bence, dan perempatan alun-alun juga jadi titik rawan.
Menurut analisa polisi, peningkatan arus lalu lintas terjadi sejak Rabu (26/3) lalu. Terutama dari Jakarta. Dia memprediksi puncak arus mudik di Kota Kediri akan terjadi pada akhir pekan ini. Yakni, pada Sabtu (29/3) besok dan Minggu (30/3) lusa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira