Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pencopotan Kepala Bulog Kediri Tuai Polemik, Ini Jawaban Tegas Imam Mahdi

Emilia Susanti • Jumat, 28 Maret 2025 | 04:54 WIB
Ketua Perpadi Kediri Beny Setyawan memberikan keterangan saat press conference di salah satu kafe di Kota Kediri.
Ketua Perpadi Kediri Beny Setyawan memberikan keterangan saat press conference di salah satu kafe di Kota Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri – Kabar mengejutkan datang dari Perum Bulog Kantor Cabang Kediri. Imam Mahdi, pucuk pimpinan dicopot dari jabatannya.

Diduga, salah satu alasannya karena dia dinilai lamban dalam proses penyerapan gabah petani.

Kabar pemecatan ini menjadi pertanyaan bagi para pemilik penggilingan yang menjadi mitra Bulog.

Mereka menyesalkan atas pencopotan Imam Mahdi. Padahal, serapan gabah yang dilakukan Bulog Kediri menjadi yang tertinggi di Jawa Timur.

“Secara serapan kami sudah, secara angka, Kediri sudah menyentuh angka 38 persen. Dan itu menjadi nomor satu serapan gabahnya di Jawa Timur,” kata Ketua Persatuan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Kediri Beny Setyawan.

Sebagai mitra maklon Bulog, sebutan pengusaha penggilingan yang menjadi mitra, selalu menerima gabah yang datang dari Bulog.

Beny menegaskan tidak ada penolakan yang dilakukan oleh mitra. Terlepas kondisi gabah yang datang. Para mitra akan tetap memproses gabah tersebut.

Tetapi, masalah datang ketika gabah any quality harus diserap Bulog. Saat gabah dalam kondisi kadar air tinggi, produktivitas dari mesin pengeringan tidak maksimal. Sehingga, hasilnya pun menjadi turun.

Beny mengatakan bahwa maksimal kadar air gabah adalah antara 27 persen atau 28 persen agar mesih bekerja maksimal.

Namun sejak Februari lalu, gabah yang datang dari Bulog memiliki kadar air mencapai 33 persen.

“Mitra maklon Bulog ada 14 orang. Kapasitas (mesin dryer gabah, red) 500 ton per hari dari 14 itu (mitra maklon Bulog, red),” jelas Beny.

Karenanya, para mitra maklon Bulog merasa kaget dengan adanya pencopotan Imam Mahdi. Pasalnya, para mitra masih terus menerima gabah yang datang dari Bulog hingga kemarin.

Sehingga, Beny menegaskan lagi tidak ada penolakan terhadap gabah petani.Hanya saja, jika para mitra terus-menerus menerima gabah dengan kualitas rendah, mesin dryer tidak bisa bekerja maksimal.

Lebih buruk lagi, mesin bisa menjadi rusak. “Perpadi Kediri itu mendukung programnya pemerintah untuk mewujudkan swasembada pangan 2025.

Dengan polemik-polemik yang ada, kami itu lebih menyelesaikan apa yang menjadi tanggung jawab kami,” tandas Beny.

Terpisah, Imam Mahdi memilih untuk tidak ambil pusing dengan rotasi tersebut. Dia menilai bahwa mutasi merupakan hal yang lumrah dalam sebuah birokrasi.

“Mutasi di instansi manapun adalah hal yang wajar. Yang penting kita berikan yang terbaik,” pungkasnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri #imam mahdi #bulog #gabah