KABUPATEN, JP Radar Kediri- Perayaan resepsi Hari Jadi ke-1.221 Kabupaten Kediri kemarin digelar secara khidmat. Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana memimpin resepsi hari jadi yang bertema ‘Sinergi dalam Bhineka Membangun Kediri Berbudaya’ itu.
Dalam momentum hari jadi kemarin, Bupati Dhito menyampaikan komitmen Pemkab Kediri dalam mengentaskan kemiskinan ekstrem.
Dhito mengatakan, tema yang diangkat tahun ini sangat relevan dengan kondisi dan harapan bersama antara pemerintah dan masyarakat. Bahwa kemajuan Kabupaten Kediri tidak bisa dicapai oleh segelintir orang saja. Melainkan oleh seluruh pihak terkait.
“Maka dalam bhineka, dalam berbeda-beda, kita harus tetap bersatu. Karena inilah keindahannya,” ujar Dhito.
Resepsi itu tidak hanya dihadiri oleh forum komunikasi pimpinan daerah (forkopimda) serta seluruh kepala organisasi perangkat daerah (OPD) saja. Melainkan juga jajaran perangkat di kecamatan serta kepala desa juga hadir melalui teleconference atau secara daring.
Lebih jauh menurut Dhito, mengentaskan kemiskinan ekstrem itu menjadi konsentrasi utama Pemkab Kediri dalam lima tahun ke depan. Sebab, saat ini masih ada sedikitnya 156 ribu warga Kabupaten Kediri yang masuk dalam kategori miskin, miskin ekstrem, dan rentan.
“Yang miskin ekstrem ini yang masuk dalam desil 1 atau kalau tahun kemarin kita menyebutkan DTKS 1. Nah, warga yang masuk kemiskinan ekstrem ini harus kita selesaikan terlebih dahulu. Yang miskin dan rentan itu kita kerja bersama-sama,” urai Dhito.
Dengan komitmen itu, istri Eriani Annisa itu berharap hasil dari upaya itu bisa menjadi kado bagi masyarakat Kabupaten Kediri di 2028 atau 2029 mendatang. Yakni, terwujudnya Kabupaten Kediri yang bebas kemiskinan ekstrem.
Sebagaimana tahun sebelumnya, resepsi hari jadi itu digelar dengan serangkaian ritual dan pertunjukan seni. Dimulai dengan ritual pembasuhan tangan yang dilakukan oleh bupati dan para pejabat forkopimda.
Pembasuhan dilakukan dengan menggunakan air yang telah dikumpulkan dari tujuh sumber air di Kabupaten Kediri.
Di pengujung acara, ditampilkan juga pentas tari perjuangan Sang Bhagawanta Bhari. Tarian itu menceritakan kisah Bhagawanta Bhari yang membuat sistem irigasi saat Kediri mengalami kekeringan.
Kisah itu juga berkaitan dengan Sungai Harinjing dan lahirnya istilah Kediri yang ditandai dengan Prasasti Harinjing.
“Kediri pertama kali disebut tertulis dalam Prasasti Harinjing tanggal 25 Maret 804. Jika dihitung sampai hari ini, itu sudah 1.221 tahun,” tandas Dhito dalam acara yang digelar di Pendapa Panjalu Djayati itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira