Pengamat Ekonomi Subagyo berpendapat pendirian gerai rumah inkubasi (garasi) sebenanya bermanfaat. Melalui program pelatihannya, menjadi upaya peningkat daya saing UMKM.
“Menurut saya program ini sangat baik. Dengan adanya fasilitasi tempat sehingga pelaku UMKM bisa sharing berbagai hal. Ada pelatihan sehingga dapat menambah pengetahuannya,” jelasnya.
Selain itu, menurutnya, Garasi UMKM juga menjadi sarana untuk memperluas pasar para pelakunya. Sehingga, harapannya, bisa berkembang karena pemasaran meluas.
Walau demikian perlu mempertimbangkan beberapa hal. Agar bisa berjalan dengan baik. Seperti pemberian pelatihan yang relevan.
Sesuai dengan kebutuhan. Serta dapat membantu meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka.
Selain itu, agar pengembangan UMKM bisa terus meningkat, perlu adanya jaringan dan kolaborasi dengan pihak lain.
Menurut dosen di Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri ini, rumah incubator perlu membangun jaringan dan kolaborasi dengan stakeholder lainnya. Seperti perusahaan besar, investor maupun perguruan tinggi.
Sehingga, ketika ingin melakukan pengembangan, bisa dengan mengajukan ke perusahaan-perusahaan tersebut.
“Pastikan juga ada pengawasan dan evaluasi yang teratur. Agar UMKM dapat mencapai tujuan mereka,” terang laki-laki berkumis itu.
Berkaca pada Garasi UMKM Grogol, menurut Subagyo, layout bangunan memang tumpang tindih. Bangunan garasi tertutup lapak-lapak. Sehingga orang kurang tertarik berkunjung.
Bangunan utamanya pun jadi tidak nampak. Alhasil, banyak yang jadi tidak tahu.
“Layout gerai, penataan barang dan prasarana-misalnya lemari- harus tersedia sesuai kebutuhan,” sarannya.
Selain itu, promosi yang efektif juga harus dilakukan terus-menerus. agar masyarakat tahu dengan adanya Garasi UMKM.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira