KOTA, JP Radar Kediri-Pemkot Kediri mendapat ganti rugi lahan TPA yang
terdampak Tol Kediri-Tulungagung seluas enam hektare. Meski demikian, TPA
darurat yang rencananya dibangun tahun ini dipastikan hanya menggunakan
satu hektare lahan.
Konsepnya pun masih sama dengan TPA eksisting. Untuk diketahui, Pemerintah Kota Kediri akan membangun TPA baru di Kompleks Klotok, Kelurahan Pojok, Mojoroto.
Tepatnya di utara TPA 2 yang saat ini diaktifkan kembali untuk menampung sampah.
TPA darurat itu sedianya digunakan untuk menampung sampah setelah
TPA 1 dan 3 nanti terkepras proyek jalan Tol Kediri-Tulungagung.
Apalagi, pembangunan TPA oleh pemrakarsa tol yang merupakan salah satu kompensasi,
belum bisa dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP)
Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan, dari total lahan seluas satu hektare
yang akan dibangun TPA itu, konsepnya masih sama dengan bangunan lama.
“TPA metode sanitary landfill,” kata Imam.
Bagaimana dengan lima hektare lahan lainnya? Menurut Imam, lima
hektare tanah yang tersisa disiapkan untuk membangun TPA pengganti.
Konsepnya pun berbeda dengan TPA yang akan direalisasikan tahun ini.
Detailnya, menurut Imam masih akan dilakukan kajian terkait metode
pengelolaan sampah yang tepat untuk Kota Kediri. “Apakah nanti dengan
insenerator atau dengan metode zero waste, atau mungkin dengan lainnya, nanti
kita akan melakukan kajian,” terang Imam.
Lebih jauh Imam menyebut, TPA konsep sanitary landfill seluas 1
hektare itu diproyeksikan mampu beroperasi selama 4-5 tahun. Selama itu pula,
menurutnya sisa lahan lainnya bisa diproses menjadi TPA dengan metode
pengelolaan baru yang berkelanjutan.
“Selama itu kita bisa berproses untuk TPA dengan pengelolaan yang baru
ini,” ungkapnya sembari menyebut, dengan pembangunan pararel itu
diharapkan TPA baru nanti sudah siap beroperasi saat TPA darurat sudah penuh.
Sementara itu, pengelolaan sampah saat ini masih menggunakan metode
control landfill.
Timbulan sampah yang sudah mencapai ketinggian tertentu
akan diuruk dengan tanah. Metode tersebut juga diterapkan di TPA 2 yang saat
ini digunakan Kembali setelah sebelumnya dinonaktifkan.
Sebelumnya diberitakan, timbulan sampah Kota Kediri yang diarahkan ke
TPA Klotok tiap harinya rata-rata bisa mencapai 140 ton. Sembari menunggu
pembangunan TPA pengganti atau TPA 4, pembuangan sampah akan bergantian
diarahkan ke TPA 3 dan TPA 2.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Ilmidza Amalia Nadzira