KEDIRI, JP Radar Kediri - Masyarakat yang membeli parsel atau bingkisan lebaran harus mengecek produk dengan cermat.
Pasalnya, dalam sidak yang dilakukan oleh tim gabungan kemarin, ditemukan ada minuman kedaluwarsa. Polisi yang ikut dalam tim pun langsung menindaklanjuti dengan melakukan penyelidikan.
Untuk diketahui, tim gabungan dari Pemkot Kediri, Polres Kediri Kota, serta Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri menggelar sidak ke sejumlah toko moderen kemarin.
Sidak menyasar produk-produk parsel yang banyak dijual selama Ramadan. Dalam sidak itu, tim menemukan produk minuman yang sudah melewati tanggal kadaluarsa.
Terkait temuan minuman kadaluarsa di lemari pendingin supermarket itu, BPOM Kediri meminta agar produk tersebut dimusnahkan.
Kepala Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kediri Gidion mengatakan, pihaknya sudah melakukan pembinaan pascamenemukan minuman kadaluarsa tersebut.
Yakni, meminta penjual untuk tidak memperjualbelikan produk minuman maupun makanan kedaluwarsa.
“Dan kami sudah meminta untuk produk kedaluwarsa agar dipisahkan dengan produk makanan minuman lainnya, untuk dimusnahkan sendiri,” ujarnya.
Untuk diketahui, sidak kemarin digelar di beberapa toko moderen. Yakni di Swalayan Samudera, Swalayan Borobudur, Toko Laksana Jaya, Toko Ijo, Hypermart, serta Golden Swalayan.
Sidak itu tidak hanya menyasar produk parsel lebaran saja. Melainkan juga mengecek kondisi produk barang dalam keadaan tertutup.
“Di Borobudur ada salah satu produk (minuman kedaluwarsa, Red) yang harusnya ditarik dari etalase. Itu mungkin menjadi masukan bagi manajemen agar ke depannya tidak terulang lagi,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Rice Oryza Nusivera.
Produk yang kedaluwarsa itu merupakan minuman susu fermentasi atau yogurt.
Baca Juga: Jelang Natal, DKPP Kabupaten Kediri Sidak ke Pasar Tradisional
Saat tim dari Dinas Kesehatan Kota Kediri dan Disperdagin Kota Kediri melakukan pengecekan, beberapa produk di satu lemari pendingin itu sudah kadaluarsa serta hampir kedaluwarsa.
Label kedaluwarsa yang tertera di kemasan botol sebagian bertanda bulan Februari dan Maret 2024.
Padahal, sesuai standar operasional prosedur (SOP) produk tersebut, paling lambat dua bulan sebelum tanggal kedaluwarsa sudah harus dilakukan penarikan produk.
“Sebelum expired sudah harus ditarik. Atau dikomunikasikan dengan distributornya agar segera diganti. Kalau enggak nanti njenengan sendiri juga yang dirugikan,” ujar perempuan yang akrab disapa Riris itu, saat berbicara dengan manajemen toko.
Adapun untuk parsel, Riris mengatakan seluruhnya tidak ditemukan produk kedaluwarsa di semua toko.
Dalam pengecekan, tim mengambil sampel parsel di masing-masing toko untuk diperiksa dengan cara dibongkar.
“Cuma untuk yang di Borobudur tadi (17/3) kurang memberikan label informasi. Jadi semua kami sarankan untuk parsel ada keterangan list barang-barang yang didalamnya beserta tanggal expired,” urai Riris.
Jika masyarakat menemukan barang kedaluwarsa di dalam parsel, pihaknya mengimbau agar dikembalikan ke produsen. Untuk selanjutnya tidak boleh dipajang di etalase toko.
Selain memeriksa produk parsel, tim gabungan juga mengecek makanan atau barang dalam keadaan terbungkus.
Termasuk di antaranya makanan frozen serta bahan makanan seperti kulit pangsit dan lumpia.
“Saat Nataru kemarin memang kami temukan ada semacam kulit pangsit dan sebagainya (yang tidak berizin, Red). Ternyata tahun ini jelang lebaran, dia sudah mengurus izin di BPOM,” ungkap Riris.
Terpisah, Kasatreskrim Polres Kediri Kota AKP M. Fathur Rozikin yang kemarin mengikuti sidak mengatakan, pihaknya akan segera menindaklanjuti temuan tersebut. Khususnya temuan minuman kedaluwarsa yang beredar di toko moderen itu.
“Dari hasil temuan tersebut akan kami tindaklanjuti. Kami akan lakukan penyelidikan apakah ada kesengajaan dari swalayan terkait minuman yang expired tersebut,” tandasnya.
Dalam sidak kemarin, menurut Fathur pihaknya langsung melakukan penyitaan guna dijadikan sampling.
“Kami akan tindaklanjuti terkait dengan lab (uji laboratorium, Red) minuman tersebut,” tegas perwira dengan pangkat tiga balok di pundak itu.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah