KEDIRI, JP Radar Kediri- Hari pertama sekolah, pemerintah tetap melaksanakan program makan bergizi gratis (MBG). Bedanya, menu yang disajikan tidak lagi makanan berat. Seperti nasi, sayur, dan lauk pauk. Tetapi diganti dengan menu takjil. Yakni kurma, roti, susu kotak, hingga buah-buahan.
Seperti di SDN Kayen Kidul. Dropping MBG tiba di sekolah sekitar pukul 11.00. Menu MBG yang diberikan ke sekolah adalah tiga biji kurma, satu kemasan energen, telur rebus satu butir, sebungkus roti, dan satu buah pisang.
Baca Juga: Distribusi MBG di Kras Kediri Terkendala Transportasi, Jumlah Mobil Box Hanya Dua Unit
“Makanan yang dibagikan itu sudah mengandung protein dan karbohidrat yang tentunya sudah terukur,” terang Plt Camat Kayen Kidul Mashudi yang turut melakukan monitoring MBG di SDN Kayen Kidul.
Sementara di SDN 1 Kras, menu untuk MBG-nya adalah minuman dan makanan yang lebih tahan lama. Seperti telur, roti bolu, jeruk, kurma, dan susu kemasan berukuran 115 mililiter.
Saat ini, ada 6 lembaga sekolah yang menerima program MBG. Diantaranya adalah RA Al Huda Rejomulyo 63 siswa, MI Al Huda Rejomulyo 197 siswa, SDN 1 Kras 357 siswa, SMPN 1 Kras 981 siswa, SMPN 3 Kras 319 siswa, dan SMKN 1 Kras 1062 siswa. Sehingga total penerima manfaat ada sekitar 2.979 siswa.
Kras Aprillia Ayu Puspitasari, guru SDN 1 mengungkapkan, adanya program MBG saat Ramadan ini mampu menambah semangat anak didiknya. “Selain karena kewajiban belajar, dengan adanya pembagian MBG dalam bentuk takjil ini menjadi penyemangat mereka untuk datang ke sekolah,” terangnya.
Baca Juga: Dinkes Kabupaten Kediri Sebut Menu MBG Sudah Memenuhi Kebutuhan Gizi Anak
Aprillia menjelaskan, siswa sebelumnya dihimbau untuk membawa wadah sendiri. Sehingga paper bag kain yang diberikan akan dikembalikan. Dan isinya saja yang akan dibawa pulang oleh siswa.
Meskipun demikian, tidak mengurangi antusias dari para siswa. Mereka tetap senang menerima minuman dan makanan tersebut. Sebab tidak semua siswa bisa memperoleh atau menikmati menu tersebut ketika berada di lingkungan keluarganya.
Baca Juga: MBG di SLB Pelita Hati Kayen Kidul Kediri Dapat Tambahan Susu
Sementara itu, Babinsa Desa Kras Suyono menjelaskan, alur pembagian MBG hampir sama saat sebelum Ramadan. Petugas pengantaran tiba di sekolah pukul 07.00. Sedangkan untuk proses penyalurannya dibagi menjadi 2 tahap.
“Tahap 1 pukul 08.00 dibagikan ke siswa kelas 1,2, dan 3. Dan tahap 2 untuk siswa kelas 4,5, dan 6 dibagikan pukul 09.00,” imbuhnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Kediri Mokhamat Muhsin mengatakan, hari pertama masuk sekolah, program MBG langsung dilakukan.
Jumlah penerima manfaat program MBG saat ini terdiri dari 3.127 siswa di Kecamatan Pare. Mereka dilayani dari dapur SPPG Tertek, Pare. Berikutnya 4.104 siswa di Kecamatan Pare yang dilayani dari dapur SPPG Tulungrejo, Pare. Ada pula 3.181 siswa di Kecamatan Kayen Kidul, serta 2.979 siswa di Kecamatan Kras.
“Menunya disesuaikan agar bisa dibawa pulang untuk berbuka puasa,” jelas Muhsin.
Baca Juga: Dapur MBG di Kediri Ditarget Rampung Akhir Februari
Sementara itu, Ketua YPI Sunan Ampel Al Muhsini Yusron Ahmad selaku pihak yang bekerjasama dengan SPPG Tertek, Pare, membenarkan adanya penyesuaian menu saat Ramadan ini.
“Termasuk dengan yang non muslim juga menerima menu yang sama. Yang muslim dibawa pulang. Kalau yang non muslim bisa dimakan di mana saja,” jelasnya.
Dia memastikan, walaupun bukan menu makan siang, namun menu-menu itu sudah disesuaikan kadar gizinya. Sehingga kebutuhan gizi siswa juga sudah terpenuhi.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian