Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkot Kediri Kejar Penyelesaian Studi Kelayakan dan DED TPA Klotok

Sri Utami • Senin, 24 Februari 2025 | 17:01 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pembangunan tempat pembuangan akhir (TPA) pengganti di lereng Klotok agaknya sulit terealisasi awal tahun ini.

Pasalnya, hingga pertengahan Februari ini Pemkot Kediri melalui dinas lingkungan hidup, kebersihan, dan pertamanan (DLHKP) belum menuntaskan studi kelayakan atau feasibility study (FS).

Untuk diketahui, DLHKP Kota Kediri terus mengebut persiapan dokumen untuk realisasi TPA pengganti.

Selain FS, setidaknya ada anggaran Rp 650 juta untuk pembuatan DED TPA 4.

“Kajiannya (FS, Red) ini masih dalam proses. Insya Allah nanti kalau nggak akhir Februari atau awal Maret itu kajiannya selesai,” ujar Kepala DLHKP Kota Kediri Imam Muttakin.

Lebih jauh Imam menyebut, lelang proyek fisik TPA 4 baru bisa dilakukan setelah FS dan DED selesai.

Sebab, untuk memulai kontrak perencanaan pembangunan mereka harus menunggu hasil kajian FS lebih dulu.

“Begitu hasil kajian FS ada, baru nanti masuk ke kontrak lelangnya,” tandasnya sembari menyebut hasil FS juga ditargetkan selesai paling cepat akhir Februari ini.

Hasil studi kelayakan, jelas Imam, merupakan tahapan terdekat sebelum memulai perencanaan pembangunan.

Jika tidak ada kendala, lelang DED juga bisa segera dilakukan setelah kajian dari DLHKP selesai.

“Tinggal nanti kami koordinasi dengan masing-masing OPD (organisasi perangkat daerah, Red) pengampu. Baik dari PU (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Kediri), bappeda, inspektorat, dan lainnya,” beber Imam terkait proyek yang akan didirikan di lereng Klotok, Kelurahan Pojok, Mojoroto itu.

Sementara itu, jika DLHKP fokus menyiapkan dokumen kajian, nantinya realisasi fisik akan dilakukan oleh dinas pekerjaan umum dan penataan ruang (PUPR).

Dinas yang membidangi pengerjaan infrastruktur di Kota Kediri itu juga akan memproses pembuatan DED proyek yang akan didirikan di lahan seluar enam hektare itu.

Lahan yang jadi lokasi proyek TPA 4 merupakan kompensasi dari pemrakarsa Tol Kediri-Tulungagung.

Pasalnya, area TPA 1 dan TPA 3 yang masih aktif itu ikut terkepras untuk pengerjaan proyek strategis nasional tersebut.

Nantinya, TPA ‘darurat’ itu akan dibangun masih dengan mengadopsi konsep lama. Yakni, dengan menerapkan sanitary landfill.

Sedangkan untuk konsep selanjutnya yang mengusung zero waste akan dikaji secara terpisah oleh Pemkot Kediri.

Adapun untuk membangun TPS pengganti itu, pihaknya mengusulkan anggaran total sekitar Rp 11 miliar.

Dari anggaran itu, salah satunya dialokasikan untuk membangun akses jalan menuju lokasi TPA pengganti yang berada di utara TPA 2. Jika TPA 3 masih aktif, area TPA 2 ini masuk kategori nonaktif.

“Akses jalan sudah masuk lahan kita,” tandas Imam sembari menyebut tidak dibutuhkan pembebasan lahan lagi untuk membangun akses jalan tersebut.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.   

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pembangunan TPA #tpa klotok #tpa kediri #DLHKP Kota Kediri #jawa pos #feasibility study #kota kediri