Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Hari Ini Dilantik, Bupati Kediri Mas Dhito dan Wali Kota Kediri Vinanda Siap Berkolaborasi Membangun Kediri Raya

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Kamis, 20 Februari 2025 | 17:23 WIB

 

Photo
Photo

JP RADAR KEDIRI- Mulai hari ini (20/2) Kediri Raya dipimpin oleh kepala daerah yang sama-sama muda. Kota Kediri dipimpin oleh Wali Kota Vinanda Prameswati yang berusia 26 tahun. Sedangkan Kabupaten Kediri dipimpin oleh Bupati Hanindhito Himawan Pramana untuk periode kedua.

Diusung oleh partai politik (parpol) yang hampir sama, keduanya siap berkolaborasi membangun dua daerah yang borderless itu.

Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengaku sudah berkomunikasi dengan Wali Kota Vinanda Prameswati.

Salah satu poinnya, dua kepala daerah bertetangga ini sepakat jika Kota dan Kabupaten Kediri borderless alias tanpa batas. Karenanya, pembangunan bisa disinergikan agar hasilnya lebih optimal untuk masyarakat.

“Sudah komunikasi (dengan Vinanda, Red). Detail kerja sama apa yang akan dilakukan masih akan dikonsep,” kata pria yang akan memimpin Kabupaten Kediri hingga 2030 mendatang itu.

Dhito menegaskan, meski secara administrasi Kabupaten dan Kota Kediri adalah dua daerah yang berbeda, faktanya keduanya tidak bisa dipisahkan sekat kewilayahan.

Salah satu indikatornya, tidak sedikit warga Kabupaten Kediri yang berkegiatan atau beraktivitas di Kota Kediri dan sebaliknya. Karenanya, sinergi dua daerah dinilai sangat penting.

“Terutama konsentrasi kerja sama di bidang pariwisata,” lanjut suami Eriani Annisa itu.

Lebih jauh, pasangan Wakil Bupati (Wabup) Dewi Mariya Ulfa itu mengungkapkan, pembangunan dua daerah itu harus dibuat bundling atau satu paket. Sehingga, dalam pelaksanaannya bisa lebih efektif dan efisien.

Dikatakan Dhito, produk domestik regional bruto (PDRB) Kota Kediri lebih banyak ditopang sektor jasa dan industri. Sedangkan Kabupaten Kediri ditopang sektor pertanian, jasa, baru industri di urutan ketiga.

Dengan potensi tersebut, menurut Dhito ada banyak hal yang bisa dikerjasamakan dengan Kota Kediri.

“Kerja samanya seperti apa, nanti didiskusikan setelah selesai retreat. Saya siap berkolaborasi dengan kota. Pembangunan (daerah, Red) harus bersama-sama,” paparnya.

Di periode kepemimpinannya, Dhito memastikan layanan dasar untuk masyarakat. Baik bidang pendidikan, kesehatan, sosial, serta ketenteraman, ketertiban, dan umum (trantibum) akan jadi konsentrasinya.

Sebagai daerah sub urban, Dhito menyadari benar jika dia harus bisa menarik investor untuk berinvestasi di Kabupaten Kediri.

Jika saat ini masih belum ada kawasan industri, dia memilih menarik orang datang ke Kediri dengan membuat event.

“Harus punya tempat yang mumpuni dan representatif. Makanya, stadion harus segera diselesaikan untuk penyelenggaraan event-event skala besar dan kegiatan lainnya,” beber Dhito.

Senada dengan Dhito, Wali Kota Vinanda Prameswati menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dengan Kabupaten Kediri. Selain banyak kesamaan dari segi potensi, menurutnya kultur dua daerah juga sama.

Karenanya, dia meyakini kerja sama dengan Kabupaten Kediri, pun dengan daerah lain di wilayah selatan Jatim akan semakin memudahkan Kota Kediri dalam merealisasikan program-programnya.

“Siap berkolaborasi dengan daerah manapun demi kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya.

Selain membuka keran yang lebar untuk kerja sama antardaerah, sulung dari empat bersaudara itu juga akan fokus pada layanan dasar masyarakat di kepemimpinannya. Terutama pendidikan dan kesehatan.

“Selain layanan dasar saya juga fokus untuk mewujudkan visi misi dan sapta cita,” paparnya.  

Seperti halnya Dhito, Vinanda juga akan mengembangkan sektor pariwisata yang memiliki dampak luas.

Artinya, pengembangan tidak hanya dilakukan pada objek-objek wisata saja.

Melainkan agar sektor pendidikan dan kesehatan di Kota Kediri juga memiliki daya tarik. Bisa mengundang masyarakat dari luar daerah untuk datang ke Kota Kediri.

Perempuan kelahiran 12 Juni 1998 ini mencontohkan keberadaan SMA 5 Taruna Brawijaya, sejumlah universitas negeri dan swasta, hingga Kota Kediri yang memiliki banyak pondok pesantren (ponpes), bisa memiliki kekhasan yang menarik minat masyarakat dari luar untuk datang.

“Ini (pendidikan, Red) bisa jadi daya tarik,” urainya berharap ke depan Kota Kediri bisa jadi Kota Pendidikan seperti halnya Malang dan Jogjakarta.

Demikian pula dengan sektor kesehatan. Menurutnya, keberadaan RSUD Gambiran dan sejumlah RS swasta lainnya juga bisa jadi daya tarik. Sebab, fasilitas kesehatan tersebut juga memiliki keunggulan masing-masing.

“Kota Kediri memiliki banyak potensi yang bisa dikembangkan untuk bisa jadi daya tarik. Pariwisata yang terintegrasi ini akan memiliki dampak yang luas. Terutama untuk perekonomian masyarakat,” bebernya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran  WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.  

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #wali kota kediri #Berkolaborasi Membangun Kediri Raya #mas dhito #dilantik #jawapos #Vinanda Prameswati #bupati kediri