JP Radar Kediri - Selain bidang pendidikan yang menjadi penyokong utama kenaikan IPM Kabupaten Kediri, sektor kesehatan juga tak kalah penting.
Penanganan stunting hingga komitmen pemkab memberikan akses kesehatan melalui Universal Health Coverage (UHC) menjadi kuncinya.
Kepala Bappeda Kabupaten Kediri Saleh Udin menyebut, di kepemimpinan Mas Dhito angka stunting atau kekerdilan terus turun.
Jika di tahun 2021 lalu stunting sebesar 14,1, tahun 2024 lalu turun menjadi 8,46 atau tinggal satu digit.
Penurunan juga terjadi di angka kematian ibu (AKI) dan angka kematian bayi (AKB).
Jika di 2021 lalu AKB mencapai 150 bayi, tahun 2024 turun menjadi 62 bayi.
Kemudian, jumlah ibu yang meninggal saat melahirkan pada 2021 sebanyak 29 orang. Kemudian, tahun 2024 turun menjadi 11 orang.
Untuk memastikan masyarakat bisa leluasa mengakses kesehatan, Pemkab Kediri terus meningkatkan capaian UHC.
Jika 1 Februari lalu cakupan UHC baru 97,05 persen atau sebanyak 1.638.688 orang, pada April nanti ditargetkan bisa sebesar 98 persen. Atau kepesertaan mencapai 1.654.699 orang.
“Kami optimistis bisa mencapai itu. Anggarannya juga sudah disiapkan,” terang Udin sembari menyebut di bawah kepemimpinan Mas Dhito sektor kesehatan juga dipacu dengan beberapa program unggulan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah