JP Radar Kediri - Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, di awal kepemimpinan Bupati Hanindhito Himawan Pramana pada 2021 lalu, IPM Kabupaten Kediri di angka 73,31.
Kemudian, pada 2022 naik menjadi 74,2, dan 2023 serta 2024 masing-masing menjadi 74,68 dan 75,18.
“IPM Kabupaten Kediri di tahun 2024 ini lebih tinggi dari nasional yang hanya 75,02,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kediri Moch Saleh Udin.
Peningkatan IPM Kabupaten Kediri selama empat tahun terakhir, menurut Udin tidak lepas dari komponen pendukungnya yang juga naik.
Dia mencontohkan harapan lama sekolah di Kabupaten Kediri yang tahun 2021 lalu hanya 13,44, tahun 2024 menjadi 13,63. Demikian pula rata-rata lama sekolah yang tahun 2021 8,08 menjadi 8,26 di tahun 2024.
Diakui Udin, selama ini masih terjadi kesenjangan antara harapan lama sekolah yang sudah lebih dari 13 tahun atau diploma 1 dan diploma 2.
Namun, rata-rata lama sekolah masih di bawah wajib belajar 9 tahun.
Karenanya, Pemkab Kediri menggerojok sejumlah program untuk mempersempit kesenjangan tersebut.
“Artinya, harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah gap-nya tidak boleh terlalu jauh,” terang Udin.
Selama kepemimpinan Mas Dhito, pemkab merumuskan program untuk memastikan akses masyarakat di bidang pendidikan semakin luas dan mudah.
Di antaranya, mendirikan SMA Dharma Wanita Boarding School Pare yang khusus bagi warga miskin.
Kemudian, memberikan berbagai jenis beasiswa untuk pelajar dan mahasiswa di berbagai jenjang.
Khusus untuk warga di area Bandara Dhoho yang terisolasi, Pemkab Kediri juga menyiapkan Bus Antar Jemput Sekolah (BAJeS).
Selanjutnya, untuk daerah blank zonasi, pemkab juga mendirikan dua sekolah baru. Yakni, SMPN 2 Ngasem dan SMPN 3 Mojo.
“Untuk kawasan bandara pemkab juga mendirikan sekolah filial di SMPN 3 Grogol di SDN Kalipang 2,” lanjutnya sembari menyebut pemkab juga membangun gedung baru SMPN 3 Grogol dan SDN Bulusari Tarokan yang terdampak bandara.
Tak cukup di situ, pemkab juga menggalakkan program Kejar Paket Inovatif. Serta, mengucurkan bisyaroh insentif bagi guru keagamaan.
“Insentif untuk GTT/PTT juga terus ditambah untuk meningkatkan kesejahteraan guru non-ASN,” terang Udin.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di saluran WhatsApp "Radar Kediri". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah