KEDIRI, JP Radar Kediri - Berbagai cara dilakukan untuk mengurai persoalan maraknya pedagang kaki lima (PKL). Terutama mereka yang berdagang di lapak-lapak liar.
Salah satunya, berkomunikasi dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN). Mereka diminta untuk tidak memasang jaringan listrik di lapak liar pedagang.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani mengatakan, keberadaan bangunan-bangunan semipermanen yang didirikan di atas fasilitas umum (fasum) dan fasilitas sosial (fasos) memang masih banyak.
Bangunan yang kini difungsikan sebagai lapak PKL itu juga dilengkapi dengan fasilitas seperti listrik.
“Lapak-lapak liar itu kan menjadi nyaman karena ada fasilitas listriknya. Ada ini, ada itu,” ungkap Wahyu sembari menyebut lapak PKL juga sudah dilengkapi dengan sarana air dan kelengkapan lainnya.
Karenanya, disperdagin berupaya membangun komunikasi dengan PLN selaku penyedia listrik. Yakni, agar bisa lebih selektif dalam menerima permohonan pemasangan listrik.
“Kita akan bersurat dan berkomunikasi dengan PLN apabila ada permohonan pemasangan listrik untuk bangunan yang berdiri di tanah yang merupakan hak pemerintah kota, atau yang tidak jelas, supaya tidak diizinkan dipasang listrik,” tandasnya.
Pendekatan itu—lanjut Wahyu—juga bisa mempersempit ruang gerak lapak-lapak liar. Khususnya yang sengaja didirikan di fasum seperti trotoar.
“Kami juga berharap BUMN yang ada di daerah itu bisa membantu pemerintah kota. Salah satunya dengan mempersempit ruang gerak lapak-lapak seperti itu,” terang Wahyu.
Seperti diberitakan, Pemkot Kediri melalui Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri akan menertibkan PKL di Jl Joyoboyo dan Jl Patiunus.
Sedikitnya ada 30 PKL yang menempati lapak-lapak semipermanen di sana. Mereka diminta mengosongkan bangunan dalam waktu dua minggu.
Terhitung sejak pertemuan Pemkot Kediri dengan pedagang pada Kamis (23/1) lalu.
Dengan demikian, pedagang sudah harus mulai mengosongkan bangunan pada 6 Februari mendatang.
“Tanggal 6 Februari mereka sudah harus mulai mengosongkan bangunannya. Dibongkar sendiri atau kami yang nantinya akan bongkar,” tutur Wahyu.
Sementara itu, beberapa pedagang juga sudah berencana mencari tempat berjualan baru. Salah satunya Lintang, pedagang di Jl Joyoboyo yang memutuskan pindah ke Pasar Bandar.
“Karena ini libur, Insya Allah Kamis (baru mengajukan rekomendasi, Red). Tapi sudah terkonfirmasi indag (Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri, Red),” tandasnya terkait pengajuan rekomendasi ke dinas perdagangan agar bisa direlokasi di pasar maupun taman.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah