KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus chikungunya di Kabupaten Kediri terus meningkat. Bahkan meningkat dua kali lipat dibanding bulan lalu, Desember 2024. Dari jumlah itu, terbanyak adalah penduduk di wilayah barat Sungai Brantas.
Berdasarkan data dari dinas kesehatan (dinkes), bulan ini jumlah penderita penyakit yang disebarkan nyamuk dari genus Aedes ini mencapai 26 orang.
Padahal, bulan sebelumnya hanya 18 pasien saja. Karena umur bulan ini masih tujuh hari lagi, potensi pertambahan sangat terbuka.
“Naik pastinya. Untuk saat ini masih terus didata,” aku Kepala Dinkes Kabupaten Kediri dr Ahmad Khotib melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) dr Bambang Triyono Putro.
Bahkan, tren kenaikan pasien chikungunya bisa berlangsung hingga beberapa bulan ke depan. Karena musim hujan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan lagi.
Selama curah hujan masih ada, dr Bambang menyebut kasus chikungunya bisa terus bertambah.
Untungnya, chikungunya berbeda dengan demam berdarah yang sama-sama disebarkan nyamuk genus aedes. Penyakit yang ditandai dengan nyeri sendi ini sangat kecil menyebabkan kematian.
Karena itu, berdasarkan catatan dinkes, hingga saat ini tidak ada laporan kematian akibat penyakit ini.
Lebih jauh, dr Bambang menjelaskan, perimbangan penderita lebih banyak di wilayah barat sungai.
Sebab, di wilayah yang terdiri dari lima kecamatan itu memiliki tempat perindukan nyamuk lebih banyak. Sebab, wilayah ini relatif memiliki kantong-kantong air.
Lebih-lebih, beberapa waktu terakhir wilayah barat sungai sering diterjang banjir. Yang menjadikan kantong air bertambah. Memudahkan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus berkembang biak.
"Kasusnya cukup tinggi sehingga tetap jadi kewaspadaan setiap wilayah puskesmas, mengingat curah hujan juga masih ada," ingatnya.
Bambang juga mengingatkan, masyarakat harus terus waspada. Mencegah penyebaran nyamuk dengan melakukan pemberantasan sarang nyamuk. Yang disebut dengan tindakan 3M plus.
“Yaitu menguras dan menutup rapat tempat penampungan air, mendaur ulang barang bekas yang bisa menampung air, serta melakukan langkah-langkah tambahan,” urainya.
"Seperti halnya dengan pengendalian kasus DBD, penggerakan pemberantasan sarang nyamuk (dilakukan) secara serentak," jelasnya sembari menyebut Kamis (23/1) lalu pihaknya juga melakukan fogging di wilayah Grogol.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah