Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Cegah ODGJ Ngamuk, Ini yang Dilakukan Posyandu Jiwa Desa Jabang Kediri untuk 27 Orang Warganya

Redaksi Radar Kediri • Rabu, 22 Januari 2025 | 16:00 WIB

KREATIF: ODGJ dari Desa Jabang, Kras membuat sapu lidi untuk mengisi waktu agar tidak kosong.
KREATIF: ODGJ dari Desa Jabang, Kras membuat sapu lidi untuk mengisi waktu agar tidak kosong.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Desa Jabang, Kecamatan Kras terbilang tinggi. Menurut Kepala Desa Jabang Pandu Pradana Putra, jumlahnya lebih banyak dibandingkan desa lain seperti Desa Bleber, Kras. 

Dia mengatakan, jumlah ODGJ di desanya ada 27 orang. Kemarin, pemerintah desa melalui posyandu jiwa melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap mereka. Kades 33 tahun itu mengatakan, semua ODGJ di desanya kini dirawat di rumah keluarganya masing-masing. Tidak ada yang dipasung. 

“Rata-rata usianya 40 tahun,” ucap Pandu. Ada banyak problem yang melatarbelakangi mereka hingga menjadi ODGJ. Rata-rata karena masalah ekonomi. 

Ada yang kecewa dengan suaminya lantaran uang hasil kerja keras menjadi tenaga kerja wanita di luar negeri dihabiskan suaminya. Lalu mereka bercerai. Hingga ada pula karena terlilit hutang dan kena pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Baca Juga: Tidak Semua Puskesmas di Kota Kediri Bisa Melayani 24 Jam, Ini Kerawanannya

Agar tidak mengamuk dan bisa membahayakan orang lain, keberadaan 27 ODGJ itu perlu diawasi dan didampingi. Salah satu upayanya adalah melakukan pemeriksaan kesehatan. 

Jika ada yang kesulitan tidur, keluarga yang merawat ODGJ bisa berkoordinasi dengan posyandu jiwa. Kelak, mereka akan diberikan obat penenang. Pemeriksaan kesehatan ini rencananya akan dilakukan satu bulan sekali. 

Selain memeriksa kesehatan mereka juga dibekali keterampilan berupa pembuatan sapu lidi. “Kalau dari puskesmas bagian pemeriksaan dan penyuluhan kesehatan. Untuk pemberian keterampilan dari pihak UPT RSBL, Butuh,” jelas mantri jiwa Puskesmas Pelas Suparmiati.

Sejauh ini, sudah ada yang berangsur membaik. Bahkan sudah ada yang bisa menjadi buruh pabrik, tukang ojek offline, dan pengamen. Meski sudah bisa kerja, hasilnya tidak mencukupi karena harus masih terlilit hutang. 

Posyandu jiwa ini bertujuan untuk memberi mereka kesibukan. Agar tidak kosong pikirannya. Kalau kosong mudah kambuh.

Terpisah, Kasi Rehabilitasi UPT RSBL, Butuh Anik Sugiharjani, 55 mengatakan, posyandu jiwa ini memang perlu ada di setiap desa. Agar lebih terkontrol dan memudahkan dalam pengawasan warga yang mengalami gangguan jiwa. 

“Dalam posyandu jiwa kami rutin memberikan keterampilan untuk menjadi bekal mereka dalam menghidupi dirinya sendiri,” jelas Anik.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : rekian
#Posyandu Jiwa #kras #odgj #desa jabang #dipasung