Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kerja Sama dengan Peternak Sapi Pujon, Makan Bergizi Gratis di Pare Kediri Ada Menu Susu

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Minggu, 19 Januari 2025 | 16:11 WIB
BUTUH PERSIAPAN: Dapur makan bergizi gratis yang disediakan di Pare, Kabupaten Kediri.
BUTUH PERSIAPAN: Dapur makan bergizi gratis yang disediakan di Pare, Kabupaten Kediri.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Belasan ribu siswa di Kecamatan Pare agaknya akan mendapat makan gratis lengkap. Selain nasi, sayur, lauk, dan buah, mereka juga akan mendapat susu.

Setidaknya, dapur Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel Al Muhsini, di Semanding, Tertek, Pare sudah menyiapkan menu tambahan itu.

Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel Al Muhsini Yusron Ahmad mengatakan, dengan anggaran Rp 10 ribu sudah cukup untuk melengkapi susu di dalam menu.

“Bisa lengkap. Empat sehat lima sempurna. Jadi termasuk susu juga ada,” kata Yusron yang menjadi rekanan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pare.

Jelang operasional dapur yang direncanakan Februari nanti, Yusron mengaku sudah menyiapkan kerja sama dengan peternak sapi perah di Pujon, Malang.

Kebetulan menurutnya ada santri lulusan pesantren yang memiliki peternakan di sana. “Kami kerja sama untuk pengadaan susunya (ambil dari Pujon, Red,” lanjut Yusron.

Kerja sama dengan peternak lokal itu menurutnya tidak hanya memudahkan. Melainkan juga lebih murah dari sisi harga. Apalagi, dia tidak menerima susu dalam bentuk curah atau kemasan besar. Melainkan sudah dikemas masing-masing 250 mililiter untuk tiap siswa.

Bagaimana dengan bahan makanan lainnya? Yusron menyebut pihaknya juga akan bekerja sama dengan para lulusan pesantren. Sedikitnya ada 50 orang yang akan bekerja di dapur. Mereka dibagi ke dalam empat sif.

Puluhan personel di dapur YPI Sunan Ampel Al Muhsini itu terdiri dari tiga orang Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).

Kemudian, satu akuntan, satu ahli gizi, dan satu kepala dapur. “Untuk 47 personel lainnya itu santri pondok dan pihak yayasan. Kami yang menyiapkan,” beber Yusron tentang persiapan program Makan Bergizi Gratis di dapurnya.

Dia menegaskan, program makan bergizi gratis (MBG) juga memberdayakan warga sekitar. Yusron mencontohkan pembangunan dapur yang menggunakan tenaga warga setempat.

“Konsep pemberdayaannya bisa berjalan (dengan program MBG, Red),” jelasnya.

Seperti diberitakan, di Kecamatan Pare total ada 13.560 siswa yang direncanakan menerima paket makan gratis. Mereka berasal dari 28 sekolah berbagai jenjang di Pare.

Awalnya, belasan ribu siswa itu dijadwalkan menerima paket makan gratis sejak awal Januari lalu. Namun, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu belum bisa dilaksanakan.

Sebab, dapur untuk memasak menu MBG masih belum siap.

Karenanya, MBG baru bisa dilaksanakan di Kecamatan Kayenkidul. Di sana ada 3.101 siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang mendapat jatah makan berupa nasi, sayur, lauk, serta buah setiap harinya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#kediri #program Presiden Prabowo Subianto #siswa #berita kediri #Makan Bergizi Gratis