KEDIRI, JP Radar Kediri - Belasan ribu pelajar di Kecamatan Pare agaknya bisa segera menikmati makan bergizi gratis (MBG).
Sesuai tenggat penyelesaian dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), siswa akan mendapat jatah makan mulai Februari nanti.
Hal tersebut diungkapkan oleh Ketua Yayasan Pendidikan Islam (YPI) Sunan Ampel AL Muhsini Semanding Desa Tertek, Kecamanatan Pare Yusron Ahmad. Pria yang akrab disapa Gus Yusron itu merupakan mitra SPPG.
“Pembangunan dapur hampir selesai. Tinggal pengecatan, pasang kaca, dan merapikan sedikit,” kata Gus Yusron ditemui di dapur SPPG kemarin siang.
Sesuai target, finishing bangunan berukuran 10x15 meter itu bisa rampung Senin (20/1) nanti. Selebihnya, dia berencana menambah bangunan tambahan berukuran 6x5 meter. “Dilanjutkan pelebaran agar lebih nyaman saat bekerja di dapur,” lanjutnya.
Dikatakan Gus Yusron, selain gedung yang terus dikebut penyelesaiannya, peralatan memasak dan tempat makan untuk siswa juga sudah tiba awal Januari lalu. Sedikitnya ada 3.600 paket makanan yang akan disiapkan di sana.
Jika dapur SPPG Kayenkidul masih memakai wadah makanan dari plastik, di dapur Semanding tempat makannya berbahan stainless steel.
“Rice steamer (alat penanak nasi besar tenaga elpiji) juga sudah datang,” terangnya sembari menunjukkan sejumlah peralatan yang sudah tiba.
Dengan berbagai kesiapan, serta petunjuk dari Badan Gizi Nasional (BGN), dapur SPPG Semanding, Tertek, Pare ini akan beroperasi mulai Februari. Terkait teknisnya, dia masih menunggu intruksi dari Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI).
“Yang jelas dapur sudah siap. Tinggal bagaimana petunjuk dari BGN nanti,” jelasnya.
Terpisah, Kepala SPPG Semanding, Tretek, Pare Alannadya Adila belum bersedia membeber waktu operasional dapur di Pare. Alasannya, dia masih menunggu arahan dari BGN.
“Mohon maaf kami belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut,” tulis Adila lewat WhatsApp sembari meminta koran ini bertanya ke BGN.
Seperti diberitakan, di Kecamatan Pare sedikitnya ada 13.560 siswa yang dijadwalkan menerima paket MBG. Mereka berasal dari 28 sekolah berbagai jenjang di Pare.
Awalnya, belasan ribu siswa itu dijadwalkan menerima paket makan gratis sejak awal Januari lalu.
Namun, program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu belum bisa dilaksanakan karena dapur yang memasak menu untuk para siswa masih belum siap.
Karenanya, MBG baru bisa dilaksanakan di Kecamatan Kayenkidul. Di sana ada 3.101 siswa dari berbagai jenjang pendidikan yang mendapat jatah makan berupa nasi, sayur, lauk, serta buah setiap harinya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah