KEDIRI, JP Radar Kediri- Penetapan kepala daerah terpilih di Kota dan Kabupaten Kediri oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) pada Kamis (9/1) lalu, langsung ditindaklanjuti oleh DPRD. Setelah menggelar rapat paripurna, DPRD Kota dan Kabupaten Kediri menyurati Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terkait permintaan pelantikan Wali Kota dan Bupati Kediri tersebut.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, DPRD Kabupaten Kediri menggelar rapat paripurna penetapan pasangan Bupati dan Wakil Bupati Kediri terpilih pada Selasa (14/1) lalu.
Sedangkan DPRD Kota Kediri menggelar paripurna penetapan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri terpilih pada Rabu (15/1) lalu.
Setelah melakukan penetapan lewat rapat paripurna itu, legislator di dua daerah bertetangga itu mengirim surat ke Kemendagri dan Pemprov Jatim terkait pelaksanaan pelantikan kepala daerah.
“Kami bersurat ke pemprov dan Kemendagri untuk segera diadakan pelantikan,” kata Ketua DPRD Kota Kediri Firdaus.
Pengiriman surat tersebut menurut perempuan yang akrab disapa Ido itu, jadi salah satu tahapan dalam pelantikan.
Seperti halnya penetapan yang dilakukan KPUD pada minggu lalu, dalam rapat paripurna DPRD Kota Kediri juga menetapkan pasangan Vinanda Prameswati dan Gus Qowimuddin Thoha sebagai wali kota dan wakil wali kota terpilih.
Perolehan suara keduanya sebesar 56,83 persen atau 98.205 suara.
“Sehingga Kota Kediri sudah memiliki wali kota dan wakil wali kota terpilih,” jelas Ido.
Sesuai jadwal, pelantikan kepala daerah dalam pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2024 akan dilakukan pada 10 Februari nanti. Hal tersebut sesuai dengan Peraturan Presiden (Perpres) No. 80/2024.
Koordinator Divisi (Koordiv) Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri Adib Zaimatu Sofi mengatakan, penetapan wali kota dan wawali kota terpilih itu menyusul tidak adanya sengketa gugatan hasil pilkada di Kota Kediri.
“Tapi tidak tahu kalau nanti ada perubahan,” terangnya membenarkan tentang adanya wacana pelantikan kepala daerah serentak di Indonesia.
Terpisah, Vinanda yang Rabu lalu menghadiri rapat paripurna penetapan kepala daerah terpilih mengaku bersyukur dengan tahapan yang terus berlangsung.
“Saya berharap ke depan bisa terjalin sinergi yang baik antara Pemerintah Kota Kediri dengan DPRD Kota Kediri. Khususnya dalam membangun Kota Kediri,” jelasnya didampingi Gus Qowim.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Kediri Murdi Hantoro menyebut pengiriman surat ke Kemendagri dan Pemprov Jatim sudah dilakukan pada Selasa (14/1) lalu.
“Pengiriman surat dikirim lewat aplikasi setelah rapat paripurna,” kata pria yang akrab disapa Hantoro itu.
Sekretaris Dewan (Sekwan) Ilario Mendes menambahkan, isi surat yang dikirim ke Kemendagri terkait usulan berakhirnya masa jabatan kepala daerah lama. Selain itu juga usulan pengangkatan bupati dan wakil bupati terpilih.
“Sudah terkirim Selasa (14/1),” jelasnya.
Meski sudah mengirim surat permintaan pelantikan, Mendes mengaku belum tahu kepastian waktu pelantikan.
Pihaknya masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemendagri dan Pemprov Jatim.
Untuk diketahui, Pilkada di Kabupaten Kediri dimenangkan oleh pasangan Hanindhito Himawan Pramana- Dewi Mariya Ulfa. Paslon nomor urut 02 itu memperoleh 489.900.
Sementara paslon nomor urut 01 Deny Widyanarko-Mudawamah memperoleh 376.770 suara sah.
Dengan hasil itu, pasangan Dhito-Dewi akan kembali memimpin Kabupaten Kediri selama lima tahun mendatang.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah