Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Langkah Sigap Bupati Dhito dalam Mitigasi Penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku di Kabupaten Kediri

Redaksi Radar Kediri • Selasa, 14 Januari 2025 | 22:36 WIB
Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemerintah Kabupaten Kediri mengambil langkah cepat dalam mengantisipasi penyebaran lonjakan kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) di Kabupaten Kediri. Penanganan dilakukan melalui sejumlah kebijakan.

Pengadaan vaksinasi tambahan hingga penutupan pasar hewan secara menyeluruh pun dilakukan untuk memaksimalkan penanganan.

Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri merespons cepat arahan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dalam kebijakan menutup sementara pasar hewan.

Sebelum melakukan penutupan, Tim DKPP terjun ke pasar hewan untuk memonitor dan memberi arahan kepada para pedagang dan pembeli.

Sosialisasi, edukasi hingga penyerapan aspirasi langsung ke peternak setempat dilakukan jelang penutupan sementara pasar hewan untuk menjaga kondusivitas.

Plt Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan drh Tutik Purwaningsih menginformasikan penutupan sementara dimulai 13-28 Januari 2025.

Penutupan ini berlaku ke semua pasar hewan berkuku belah di seluruh wilayah Kabupaten Kediri. Kebijakan diambil merupakan langkah tindak lanjut dari putusan hasil rapat koordinasi gugus tugas penyakit mulut dan kuku Kabupaten Kediri Rabu (8/1) lalu.

“Dari hasil pantauan kondisi pasar cenderung sepi tak banyak sapi yang masuk,” terang Tutik saat memantau kondisi Pasar Sapi Pare Kabupaten Kediri. Minggu (12/1) kemarin.

Monitoring hari terakhir sebelum penutupan digalakkan untuk memastikan para pengunjung dan pembeli benar-benar memahami kaitannya tujuan dari kebijakan yang diambil pemerintah.

Langkah persuasif ini diambil agar terjalin sinergitas baik antara pemerintah dan peternak. Yakni dalam pengendalian bersama penyebaran kasus PMK yang kini angkanya terus meningkat.

“Pengunjung pasar merespons baik dan sepakat kaitannya dengan kebijakan ini,” jelasnya.

Selain memberi arahan langsung, DKPP juga melakukan pemeriksaan kesehatan hewan. Pemeriksaan dilakukan sejak pagi hingga penutupan di siang harinya.

Pengecekan ini untuk memastikan ada tidaknya gejala klinis pada hewan ternak yang dijual belikan. Pemeriksaan juga untuk pemantauan laju lalu lintas hewan yang keluar masuk ke pasar.

“Kita terus memantau ketat lalu lintas hewan, utamanya yang datang dari luar Kabupaten Kediri,” ungkapnya.

Seiring penutupan sementara pasar hewan, Pemkab Kediri juga akan menyiapkan alokasi anggaran pergeseran belanja tidak terduga (BTT) untuk pengadaan vaksin. Alokasi anggaran yang direncanakan sekitar Rp 1,5 miliar atau total 50.000 dosis vaksin.

Terhitung sebelumnya capaian vaksinasi yang telah tersalurkan hingga kini di semua dosis telah mencapai 85-90 persen.

“Kami harap penutupan pasar hewan saat ini bisa memengaruhi kesehatan sapi nanti yang akan dijual jelang hari raya,” harapnya.

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #Langkah Sigap #bupati dhito #jawapos #penyebaran pmk