KEDIRI, JP Radar Kediri- Pasangan calon (paslon) wali kota terpilih akan ditetapkan besok, Kamis (9/1). Kepastian diketahui setelah Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri menerima buku registrasi perkara konstitusi (BRPK). Dan akta registrasi perkara konstitusi (ARPK) dari Mahkamah Konstitusi (MK).
Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian mengatakan, surat dari MK itu lebih dulu diberikan melalui KPU RI. Hingga pihaknya secara resmi menerima surat register perkara itu pada Senin (6/1) lalu.
“Pemilihan wali kota (Kediri, Red) tidak ada sengketa,” ujar Reza.
Dengan begitu, dapat melaksanakan penetapan paslon terpilih yang dilakukan maksimal tiga hari setelah turunnya surat dari MK tersebut.
“Kenapa diambil tiga hari pas? Karena kegiatan menjelang akhir sebelum pelantikan itu kan juga harus disiapkan secara matang,” bebernya.
Hasil pemilihan wali kota berbeda dengan pemilihan gubernur (pilgub). Untuk Pilgub Jawa Timur, menurut Reza, Kediri termasuk daerah yang disebutkan dalam sengketa gugatan pilgub.
“Dalam tuntutan paslon 03 (Tri Rismaharini-Gus Hans, Red), masuk dalam gugatan itu,” beber Reza.
Namun dalam laporan itu tidak disebutkan lokus tempat pemungutan suara (TPS) yang disengketakan di Kota Kediri. Sedangkan seharusnya, informasi terkait lokus juga harus disebutkan.
“Jadi nggak bisa semua TPS. Harus ada lokus TPS-nya,” tandasnya.
Meski ada sengketa pada pemilihan gubernur, menurutnya tidak akan memengaruhi rencana penetapan paslon. Sebaliknya, dia belum bisa memastikan kapan pelantikan wali kota akan dilaksanakan, menimbang gugatan yang masih berjalan di tingkat Provinsi Jawa Timur.
“Pasti menunggu yang di MK selesai. Kami tetap menunggu keputusan MK,” tandasnya.
Sebelumnya diberitakan, hasil rekapitulasi penghitungan suara sudah diumumkan KPU Kota Kediri pada 5 Desember lalu. Hasilnya, paslon 01 Vinanda Prameswati-Qowimuddin Thoha unggul sebesar 56,83 persen dengan perolehan 98.205 suara. Sedangkan paslon 02 Ferry Silviana Feronica-Regina Nadya Suwono mendapat total suara 43,17 persen, atau sebanyak 74.615 suara.
Sedangkan untuk pemilihan gubernur (pilgub), paslon 02 Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak unggul di Kota Kediri dengan capaian 53,37 persen. Pasangan petahanan itu itu memperoleh total suara 91.371 suara. Disusul paslon 03 Tri Rismaharini-Gus Hans dengan 41,52 persen atau 71.072 suara. Kemudian, paslon 01 Luluk Nur Hamidah-Lukmanul Khakim mendapat perolehan 5,11 persen atau 8.747 suara.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : rekian