Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Ini Jumlah Dapur Umum yang Akan Menangani Program Makan Bergizi Gratis di Kediri

Ayu Ismawati • Senin, 6 Januari 2025 | 16:50 WIB
DAPUR RINTISAN: Aset TNI AD di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri akan menjadi tempat pendirian dapur umum makan bergizi gratis yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
DAPUR RINTISAN: Aset TNI AD di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri akan menjadi tempat pendirian dapur umum makan bergizi gratis yang dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

KEDIRI, JP Radar Kediri- Teknis pelaksanaan makan bergizi gratis (MBG) di Kediri Raya masih belum jelas. Sehingga, pelajar di Kota dan Kabupaten Kediri dipastikan belum akan mendapat jatah makan gratis hari ini.

Meski demikian, Kodim 0809 Kediri menyebut penyiapan makanan yang merupakan program unggulan Presiden Prabowo Subianto itu, sedikitnya akan ditangani empat dapur umum.

Untuk diketahui, salah satu dapur umum kini tengah dibangun di lahan Kodim 0809 Kediri di Jl Basuki Rahmat Kota Kediri.

Selain dapur umum di bawah TNI tersebut, menurut Komandan Kodim (Dandim) 0809 Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama, ada tiga dapur mandiri lain di bawah Badan Gizi Nasional (BGN).

Tiap dapur umum akan dikelola oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di bawah BGN.

Meski ada dapur yang berada di bawah koordinasi TNI Angkatan Darat (AD), dan mandiri, Ragil memastikan teknis pelaksanaan dapur-dapur tersebut tetap sama.

“Bahkan, mungkin dapur mereka (yang mandiri, Red) sudah ready, ya,” ungkap Ragil.

Rencananya, tiap dapur bisa melayani sekitar tiga ribu porsi makanan.

Terlepas dari hal tersebut, menurutnya BGN yang memiliki kewenangan untuk menyatakan apakah dapur SPPG sudah siap beroperasi atau belum.

Untuk diketahui, sebelumnya Badan Gizi Nasional sudah membuka kesempatan bagi pihak yang ingin menjadi mitra dalam program tersebut. Masyarakat dapat mendaftar sesuai syarat yang ditetapkan melalui situs mitra.bgn.go.id.

Terkait penghimpunan mitra, Ragil menyebut, masyarakat yang berminat bisa mendaftar secara langsung melalui BGN.

“Kami nggak tahu bagaimana mekanismenya. Itu langsung dari BGN,” jelasnya.

Dengan melibatkan sumber daya di daerah, menurut perwira asal Semarang Jawa Tengah itu bisa membuka peluang perputaran ekonomi di daerah.

Namun, untuk pelaksanaannya tetap akan menunggu petunjuk dari BGN.

“Harapannya bahan baku dan lain sebagainya bisa memanfaatkan sumber daya lokal. Sehingga perekonomian di wilayah bisa berputar,” tandasnya.

Informasi yang diterima koran ini, dapur mandiri di wilayah Pare diperkirakan sudah siap beroperasi.

Bahkan, bisa terlaksana di peluncuran serentak hari ini (6/1). Namun, hingga kemarin Pemkab Kediri belum diajak koordinasi terkait hal tersebut.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kediri Mohamad Solikin mengatakan, hingga kemarin Pemkab Kediri belum menerima surat terkait pelaksanaan Makan Bergizi Gratis.

Termasuk surat dari BGN sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam program MBG.

“Posisi pemda dalam koordinasi seperti apa, kita masih belum tahu,” terangnya sembari menyebut pemkab siap menyukseskan program nasional itu di Kabupaten Kediri.

Sesuai SK yang beredar, diakui Solikin ada beberapa daerah yang SPPG-nya sudah terbentuk.

Misalnya, di Tulungagung dan Malang yang paling dekat dengan Kediri. Selebihnya masih belum terbentuk.

“Memang kemarin ada uji coba (di beberapa daerah tetangga, Red). Cuma Kediri tidak masuk itu,” tandasnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

 

 

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#progam MBG #radar kediri #Jumlah Dapur Umum #jawapos #kodim 0809 #Prabowo Subianto