KEDIRI, JP Radar Kediri- Kementerian Agama (Kemenag) Kota Kediri masih belum bisa memastikan biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) 2025.
Termasuk terkait wacana Bipih 2025 yang turun. Rencananya, ketetapan terkait hal ini baru akan turun pekan depan.
Terkait wacana turunnya biaya bipih, banyak pihak menyambut gembira. Tak terkecuali Kepala Kantor Kemenag Kota Kediri Ahmad Zamroni.
Dia pun menyambut baik jika keputusan itu benar akan dijalankan. Namun demikian, dia belum bisa berkomentar banyak.
“Harapannya begitu (biaya bisa lebih rendah, Red). Tapi kita tunggu dulu,” kata Zamroni. Lebih lanjut, Zamroni ingin lebih fokus untuk menggenjot persiapan haji 2025.
Pasalnya, calon jemaah haji (CJH) Kota Kediri mendapat kesempatan berangkat lebih awal tahun ini.
Itu setelah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur menetapkan wilayah kerja (wilker) Kediri sebagai kelompok terbang (kloter) pertama di Embarkasi Surabaya.
Kota Kediri merupakan daerah urutan kedua yang berangkat lebih dulu. Hal itu dibenarkan oleh Zamroni.
Jika sebelumnya CJH Kota Kediri berangkat di gelombang pertengahan, tahun ini termasuk di gelombang 1. Sehingga berangkat lebih awal.
“Nanti berangkatnya 1 Mei dari Kediri ke asrama haji. Kemudian dari Juanda ke Madinah tanggal 2 Mei,” terangnya.
Terkait jadwal terbang lebih awal, keputusan itu ditetapkan melalui pengundian kloter pada 24 Desember lalu.
Adapun dalam Wilker Kediri, Kota Kediri ada di urutan kedua setelah Kabupaten Tulungagung. Dengan jemaah Kabupaten Tulungagung membutuhkan dua kloter maka Kota Kediri akan masuk dalam kloter 3.
“Dengan berangkat di awal, keuntungannya relatif lebih lancar mobilitas di sana. Karena pasti relatif masih sepi,” sambung Zamroni.
Namun demikian, tetap ada keuntungan dan kekurangan dari pemberangkatan di awal. Tantangannya, persiapan jelang keberangkatan CJH harus disiapkan lebih awal juga.
“Rangkaiannya seperti manasik haji dan sebagainya harus kita persiapan jauh lebih awal,” tegasnya.
Untuk diketahui, tahun ini Kota Kediri mendapat kuota haji sebanyak 272 orang. Dari ratusan orang itu, kuota lansia tahun ini dialokasikan sebanyak 8 orang.
Sayang, empat orang di antaranya dipastikan tidak bisa berangkat karena meninggal dunia. “Datanya saat ini masih bergerak terus,” tandas Zamroni.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Andhika Attar Anindita