Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Teknis Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis Masih Menunggu Badan Gizi Nasional

Ayu Ismawati • Selasa, 31 Desember 2024 | 16:36 WIB

 

Photo
Photo

KEDIRI, JP Radar Kediri- Kasus penipuan yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih marak ditemui di daerah-daerah. Tidak terkecuali di Kediri Raya. Padahal, hingga saat ini pelaksanaan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu belum dimulai.

Karena itulah sosialisasi gencar dilakukan. Untuk mencegah terjadinya kasus-kasus seperti itu.

Salah satunya digencarkan oleh pihak Kodim 0809/Kediri, yang juga sempat dicatut namanya.

Komandan Kodim 0809/Kediri Letkol Inf Ragil Jaka Utama mengatakan, pihaknya hingga saat ini masih menunggu petunjuk teknis pelaksanaan dari Badan Gizi Nasional (BGN).

Termasuk pendirian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang baru akan berjalan.

“Teknisnya bagaimana, kami masih menunggu petunjuk teknis,” ujarnya.

 Baca Juga: Vinanda Prameswati, Wali Kota Kediri Terpilih Jadi Person of The Year Jawa Pos Radar Kediri

Nantinya, pelaksanaan di daerah akan dipimpin oleh Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI). 

Mereka yang akan memimpin unit-unit SPPG di daerah. Tak terkecuali di Kota dan Kabupaten Kediri.

“Mereka ini yang sudah dididik untuk nanti akan menjadi kepala-kepala dapur. Jadi Kodim ini bukan sebagai penentu dan lain sebagainya,” terang Ragil.

Dalam hal ini, Kodim hanya berperan dalam percepatan birokrasi di daerah.

Seperti contoh, melalui penggunaan lahan-lahan milik TNI AD di wilayah agar pembangunan unit-unit pelaksana bisa berjalan lebih cepat.

Dengan begitu, maraknya kasus-kasus di masyarakat yang mengatasnamakan program Makan Bergizi Gratis dipastikan tidak benar. Terlebih yang mencatut nama kesatuan TNI AD.

 Baca Juga: Outlook 2025 Masalah Sosial: Proyek Besar Rentan Munculkan Dampak Kesenjangan Sosial

 “Saya sudah sering menyampaikan kepada masyarakat unutk tidak mudah percaya iming-iming dalam bentuk apapun. Kalau tidak yakin, tolong konfirmasi. Apalagi kalau yang menyangkut institusi Kodim,” tegasnya.

Sebab, baik dia maupun instansi tidak pernah memberikan arahan untuk memulai pelaksanaan program tersebut. Salah satunya dalam bentuk mencari rekanan atau mitra di masyarakat.

“Di wilayah-wilayah sudah kami sosialisasikan. Bahkan saya juga membuat semacam imbauan,” ungkapnya.

Dia juga meminta masyarakat tidak tinggal diam dengan melapor kepada pihak berwajib jika menemui kasus penipuan atas nama program tersebut.

Meski teknis pelaksanaan program belum turun di Kediri, namun Ragil memastikan pelaksanaan Makan Bergizi Gratis akan tetap melibatkan masyarakat.

Tidak hanya dalam bentuk sumber daya manusia di dapur-dapurnya, melainkan juga bahan baku yang akan diambil dari daerah. Dengan begitu, juga bisa turut menumbuhkan perputaran ekonomi di daerah.

 Baca Juga: Pemkot Kediri Siapkan Kantong Kuliner di Jalan Dhoho

“Jadi roda perekonomian tumbuh. Program pemerintah berjalan, roda perekonomian di daerah juga tumbuh,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, sedikitnya ada 70 pelaku usaha katering yang merasa tertipu dengan program MBG fiktif.

Mereka diminta membayar uang jaminan kepada oknum yang mengatasnamakan Pokmas Manunggal Cipto Roso.

Nilai yang dibayarkan bervariasi. Tergantung jumlah paket makanan yang disanggupi untuk disiapkan.

Untuk pemilik katering yang bersedia menyiapkan seribu paket makanan diminta membayar Rp 1 juta.

Adapun yang bisa tiga ribu paket membayar Rp 3 juta. Total uang yang terkumpul dari puluhan calon mitra itu sedikitnya mencapai Rp 72 juta.

 Baca Juga: Bandara Dhoho Kediri Belum Bayar Pajak Tahun 2024, Bapenda Segera Kirim Tagihan

Uang kemudian disetor ke rekening Margaretha yang menjabat sekretaris Pokmas Manunggal Cipto Roso.

Para calon mitra belakangan waswas setelah mendapati fakta kantor yang tertera di alamat pokmas di Desa Gogorante, Ngasem hanya lahan kosong. Karenanya, para calon mitra menuntut agar uang jaminan bisa dikembalikan.

Sementara itu, Pokmas Manunggal Cipto Roso membantah adanya pungutan yang dibebankan kepada calon mitra.

Menurut mereka, tindakan itu dilakukan oleh oknum dalam pokmas di luar sepengetahuan pokmas.

Hingga akhir Desember ini, sebagian uang jaminan telah dicairkan setelah para calon mitra menjual jaminan mobil milik Margaretha.

Sisa uang jaminan itu dijanjikan akan dikembalikan semuanya hari ini (31/12). (ais/fud)

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #pemenuhan gizi #jawapos #kodim 0809 #Makan Bergizi Gratis #badan gizi nasional