KEDIRI, JP Radar Kediri-Fenomena banyaknya toko di Jl Dhoho yang tutup alias tidak lagi beroperasi, akhirnya direspons oleh Pemkot Kediri.
Awal Januari nanti mereka berencana melakukan penertiban pedagang kaki lima (PKL). Yakni dengan menerapkan zonasi waktu berjualan. Diperbolehkan buka mulai pukul 21.00 hingga pukul 07.00.
Untuk diketahui, fenomena tutupnya puluhan toko di Jl Dhoho terjadi sejak pandemic Covid-19. Selama dua tahun terakhir jumlah toko yang tutup terus bertambah.
Salah satu penyebab toko tidak beroperasi itu karena banyaknya PKL yang berjualan saat toko masih buka. Sehingga, tempat parkir tertutup dan pelanggan enggan berbelanja.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri Wahyu Kusuma Wardani melalui Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Rice Oryza Nusivera menyayangkan banyaknya toko yang tidak lagi berjualan. Dia pun membenarkan terkait maraknya PKL yang berjualan di luar waktu yang ditetapkan. Sehingga menyebabkan ruang-ruang parkir berkurang.
“Karena justru dari mereka (pelaku usaha di toko, Red) ini yang membayar pajak. Istilahnya yang menyumbang pemasukan ke Kota Kediri,” kata perempuan yang akrab disapa Riris itu sembari menyebut PKL tidak membayar pajak dari aktivitas mereka berjualan.
Dorongan untuk menertibkan kawasan itu juga datang dari kepolisian. Menurut Riris, Jl Dhoho termasuk kawasan tertib lalu lintas.
Sesuai aturan, ruas tersebut harus bebas dari PKL. Seperti halnya Jl Brawijaya yang sudah lebih dulu ditertibkan merujuk pada regulasi tersebut.
“Kami memang mau menerapkan Jl Dhoho sama dengan Jl Brawijaya sebagai kawasan tertib lalu lintas. Cuma masih banyak toleransi yang kami berikan. Seperti di Jl Brawijaya,” lanjut Riris.
Sesuai Perwali No. 37/2015, zonasi waktu di Jl Dhoho untuk PKL mulai pukul 21.00 – 07.00. Dalam waktu dekat, pihaknya akan memanggil perwakilan pelaku usaha pertokoan Jl Dhoho untuk memastikan jam operasional toko-toko di sana. Pun dengan PKL untuk diberi sosialisasi penerapan aturan tersebut.
“Kalau hasil rapat tadi (24/12), kami mulai menerapkan sosialisasi tanggal 6 (Januari 2025). Nanti kami dirikan posko dan mulai melakukan pantauan. Jadi nanti per 13 Januari wajib diterapkan,” papar Riris.
Riris menegaskan, pertemuan dengan pemilik toko itu sekaligus dilakukan untuk memastikan batas toleransi waktu yang disepakati.
Baca Juga: Dishub Kota Kediri Siagakan ATCS untuk Urai Kemacetan saat Libur Nataru
Berdasarkan rapat organisasi perangkat daerah (OPD) lintas sektor kemarin, toleransi waktu akan diberikan mulai pukul 20.00 – 08.00. Selanjutnya, aktivitas berjualan PKL di luar jam itu tidak diperbolehkan.
“Kami mengedepankan kepentingan pemilik toko yang jelas-jelas punya lahan di situ. Baik yang sewa atau yang bayar PBB. Bayar retribusinya ke pemerintah. Jadi mereka yang kami utamakan,” tegas Riris.
Terpisah, Darmoro, salah satu pemilik toko di Jl Dhoho menyebut, rencana pembahasan nasib pedagang di sentra pertokoan jantung Kota Kediri itu belum dilanjutkan. Sebab, mereka terkendala momentum akhir tahun.
“Belum bertemu sama teman-teman yang lain. Masih sibuk akhir tahun,” aku pemilik toko baju itu.
Meski demikian, menurutnya pedagang ingin melanjutkan kesepakatan dengan Pemkot Kediri sebelumnya. Khususnya terkait pengaturan PKL di sepanjang Jl Dhoho.
Seperti diberitakan, penjualan yang lesu membuat banyak toko-toko di Jl Dhoho yang tutup.
Baik karena ditinggalkan penyewanya atau tidak lagi dioperasikan pemiliknya.
Berdasarkan hitungan kasar media ini, dari total 172 toko di sana, sebanyak 56 di antaranya jarang berjualan hingga tutup permanen.
Sedangkan berdasarkan data salah satu pelaku usaha di sana, total terdapat 200-an unit toko. Dari ratusan itu, kini tersisa sekitar 150 unit toko saja yang masih eksis.
Beberapa faktor yang ditengarai menjadi penyebabnya antara lain daya beli masyarakat yang menurun.
Kemudian, terdampak tren belanja online, hingga gesekan dengan PKL yang berjualan overtime atau saat operasional toko-toko masih berjalan.
Banyaknya lapak di depan toko Jl Dhoho membuat ruang parkir berkurang. Akibatnya, pelanggan toko enggan berbelanja di sana karena sulit mencari parkir.
Dengan kondisi tersebut, para pemilik toko berharap ada win-win solution dari pemerintah agar perekonomian di Jl Dhoho bisa bangkit kembali.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah