KEDIRI, JP Radar Kediri- Kemelut Jalan Dhoho di Kota Kediri agaknya berlangsung panjang. Sebab persoalan yang terjadi di sana semakin komplet. Hal itu diutarakan Sekretaris Komisi B DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah yang membidangi masalah perekonomian di Kota Tahu.
Menurut politisi PKS itu, masalah Jalan Dhoho belum masuk pembahasan resmi di komisinya. Namun, dia memastikan tidak menutup kemungkinan akan melakukan peninjauan ke lapangan. Termasuk menggelar public hearing (dengar pendapat publik) dengan pihak-pihak terkait. “Kalau ada surat yang masuk, bisa diusulkan public hearing Januari 2025,” ungkap Ayub.
Dia mengingatkan untuk berhati-hati menyelesaikan masalah Jalan Dhoho. Apabila tidak tahu cara tepat untuk menyelesaikan masalahnya, bisa menimbulkan problem baru. Selain lekat dengan pusat perekonomian, Jalan Dhoho punya cerita sejarah yang panjang dan kental akan budayanya.
“Jalan Dhoho itu masuk kawasan central business development CBD) yang memang perlu di-reset ulang,” tegasnya.
Baca Juga: Dishub Kota Kediri Siagakan ATCS untuk Urai Kemacetan saat Libur Nataru
Karena masuk CBD itulah, Ayub meminta agar penyelesaiannya harus tepat sesuai dengan kebutuhan. Misalnya, kebijakannya haruslah memperhatikan koridor Brantas, termasuk Pasar Setonobetek, hingga pusat oleh-oleh. Serta kondisi jalan yang sempit. Semua itu menjadi satu kesatuan yang harus diselesai dengan tepat.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah