KEDIRI, JP Radar Kediri-Lesunya penjualan di sentra bisnis Jl Dhoho, agaknya akan dibawa ke legislatif. Pedagang berencana membawa masalah tersebut ke dewan jika berbagai masalah yang dinilai menghambat operasional toko-toko di sana tak kunjung terselesaikan.
Untuk diketahui, selain kondisi ekonomi yang memang sedang lesu, penjualan toko-toko di Jl Dhoho disinyalir terus turun karena banyaknya pedagang kaki lima (PKL) yang nekat beroperasi saat toko masih buka. Akibatnya, tempat untuk parkir berkurang dan membuat pembeli enggan berbelanja.
“Kalau tokonya memang tutup, buka dari sore nggak masalah. Kalau toko-toko yang masih buka itu, kalau bisa jangan ditempati dulu (trotoar dan tempat parkir untuk PKL, Red),” kata Darmono, salah satu pemilik toko di Jl Dhoho.
Sayangnya, saat ini jumlah PKL yang berjualan di trotoar dan di depan toko semakin banyak. Mereka membuka lapak di luar jam yang disepakati. Yakni, pagi hari hingga pukul 08.00, dan malam hari mulai pukul 21.00.
Para pedagang, menurut Darmoro sudah meminta agar beberapa permasalahan itu bisa segera diselesaikan. Jika tidak, mereka akan mengadukan hal tersebut ke DPRD. “Kalau memang sudah kelewatan, saya sama teman-teman yang masih bisa diajak bicara mungkin akan melapor ke dewan atau siapa gitu,” tandasnya.
Merespons hal tersebut, Sekretaris Komisi B DPRD Kota Kediri Ayub Wahyu Hidayatullah mengatakan, persoalan lesunya perekonomian di Jl Dhoho tidak bisa diselesaikan dari satu sisi saja. Atau, hanya dari sisi PKL saja. Melainkan perlu diteliti secara mendalam. “Jangan sampai kita salah resep kemudian mengorbankan pelaku usaha yang lain,” terangnya.
Dengan demikian menurut Ayub penyelesaian persoalan di sana tidak parsial. Politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mendorong adanya pengkajian ulang terkait aturan di Jl Dhoho yang integral atau terpadu.
“Memang sudah saatnya Jl Dhoho itu dikonsep yang jelas dan positioning yang jelas. Sehingga nanti akan membuat Jl Dhoho bisa bertahan sebagai pusat perekonomian Kota Kediri,” paparnya sembari menyebut salah satu aspek kajian juga terkait sistem parkir.
Lebih jauh Ayub mengungkapkan, konsep besar menjadikan Jl Dhoho sebagai central business district (CBD) itu sudah dibuat. Namun, untuk mewujudkannya perlu ada kajian yang komprehensif. Termasuk terkait pengaturan PKL yang tidak bisa sekadar jam operasional saja. Melainkan juga penempatannya. “Intinya Kota Kediri harus diformat ulang. Di-reset ulang,” tandasnya.
Komisi B menurut Ayub siap untuk duduk bersama dengan lintas sektoral dan merumuskan kebijakan tersebut. “Karena ekonomi itu instrumen prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Jadi kalau ekonominya baik, masyarakat sejahtera. Dan saya pikir kalau dari harapan pemerintah daerah itu kan ya menyejahterakan warganya,” tegas pemilik salah satu warung di Jl Veteran, Mojoroto tersebut.
Seperti diberitakan, penjualan yang lesu membuat banyak toko di Jl Dhoho tutup. Baik karena ditinggalkan penyewanya atau tidak lagi dioperasikan pemiliknya. Berdasarkan hitungan kasar koran ini, dari total 172 toko di sana, sebanyak 56 di antaranya jarang berjualan hingga tutup permanen.
Sedangkan berdasarkan data salah satu pelaku usaha di sana, total ada sekitar 200 unit toko. Dari ratusan itu, tersisa sekitar 150 unit saja yang masih eksis.
Beberapa faktor yang ditengarai menjadi penyebab tutupnya puluhan toko di sana, antara lain karena daya beli masyarakat yang menurun. Kemudian, terdampak tren belanja online, hingga gesekan dengan PKL yang berjualan overtime atau saat operasional toko-toko masih berjalan. Banyaknya lapak membuat ruang parkir berkurang sehingga pelanggan toko enggan berbelanja di sana karena sulit mencari parkir.
Adanya win-win solution itu juga diamini pelaku usaha di sana. Herry Susanto, pelaku usaha lainnya di Jl Dhoho berharap ada penataan ulang PKL agar keduanya bisa tetap berjalan beriringan.
“Termasuk itu nanti kalau kita istilahnya bersikeras sesuai dengan perwali, kan kasihan juga mereka yang pedagang kaki lima,” tandasnya terkait pelaksanaan Perwali 37/2015 yang mengatur jam operasional PKL Jl Dhoho yang dibatasi pukul 21.00-07.00.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel
Editor : Anwar Bahar Basalamah