Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penambang Pasir Demo ke Kantor Pemkab Kediri dan Kontraktor Proyek Jalan Tol, Ini Tuntutan Mereka

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Jumat, 13 Desember 2024 | 18:23 WIB

 

BIKIN MACET: Sejumlah truk ikut melakukan demo bersama Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya kemarin. Mereka menuntut untuk bisa ambil bagian di proyek Tol Kediri-Tulungagung.
BIKIN MACET: Sejumlah truk ikut melakukan demo bersama Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya kemarin. Mereka menuntut untuk bisa ambil bagian di proyek Tol Kediri-Tulungagung.

KEDIRI, JP Radar Kediri- Para penambang pasir tradisional di Kediri Raya ingin ambil bagian dalam proyek Tol Kediri-Tulungagung yang Desember ini mulai direalisasikan.

Kemarin, Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya melakukan demonstrasi ke Pemkab Kediri dan PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), rekanan proyek tol di Mojoroto.

Mereka menuntut untuk bisa memasok pasir dalam proyek strategis nasional tersebut.

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, demo dimulai sekitar pukul 10.00 kemarin. Ratusan massa yang membawa lebih dari 100 unit truk itu berjajar memenuhi Jl Soekarno Hatta.

Akibatnya, arus lalu lintas di jalur ibu kota kabupaten itu sempat dialihkan.

“Kami minta pemerintah memperhatikan nasib kami,” kata salah satu orator saat berorasi di depan kantor Pemkab Kediri.

Tak hanya melakukan aksi di depan Pemkab Kediri, demonstrans yang mengaku sebagai penambang pasir tradisional itu juga melakukan aksi di depan kantor PT Lancarjaya Mandiri Abadi (LMA), rekanan penggarap tol, di Jl Ahmad Dahlan, Mojoroto.

Ada beberapa tuntutan yang diajukan oleh aliansi. Pertama, mendesak pemerintah untuk segera merealisasikan izin pertambangan rakyat (IPR).

Kedua, mendesak pemerintah untuk menertibkan armada over dimension and over load (ODOL).

“Kami juga mendesak pemerintah daerah untuk memaksimalkan secara khusus potensi masyarakat Kediri terkait PSN (proyek strategis nasional, Red) yang ada di Kediri,” kata Tubagus Fitrajaya, korlap aksi.

Selebihnya, mereka juga mendesak pemkab untuk memberi kesempatan pada penambang tradisional untuk bisa menyuplai material ke proyek PSN.

Selanjutnya, PT LMA selaku kontraktor Jalan Tol Kediri-Tulungagung akses ke bandara untuk memberdayakan masyarakat.

Yakni, dengan menggunakan tenaga kerja, material, dan penunjang lainnya dari Kediri.

Aliansi, lanjut Tubagus, menunggu tindak lanjut atas jawaban PT LMA hingga Selasa (10/12) depan.

Jika tidak ada langkah konkret, dia mengaku akan kembali menggelar aksi lanjutan.

Terpisah, Nur Kamal, wakil Projek Manager PT LMA mengatakan, masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Penambang Tradisional Kediri Raya itu meminta beberapa hal pada LMA.

Misalnya, mereka meminta agar bisa bekerja di proyek tol.

Demikian pula terkait persewaan truk, LMA diminta untuk menyewa truk milik warga lokal.

Hal serupa juga dilakukan saat LMA membutuhkan material, diminta untuk membeli ke masyarakat.

“Kami sudah dengarkan semua permintaan masyakarat,” jelasnya.

Rencananya, Senin (16/12) nanti LMA akan mengajak perwakilan aliansi untuk membahas lebih detail.

“Ini janji kami ke pihak aliansi. Artinya Senin nanti kami akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk membahas permintaan mereka,” jelasnya. 

 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #penambangan pasir #pemkab kediri #proyek jalan tol #jawapos #demo