KEDIRI, JP Radar Kediri - Pemkab Kediri menegaskan akan menjamin pendidikan satu-satunya korban selamat dalam kasus pembunuhan Ngancar, Samuel Putra Yordaniel.
Bocah sembilan tahun tersebut tak hanya mendapatkan bantuan dalam proses penyembuhan tapi juga dalam pendidikan. Dia dipastikan bisa melanjutkan pendidikan hingga tuntas sekolah menengah atas (SMA).
Hal itu ditegaskan oleh Kepala Dinas Pendidikan Mokhamat Muhsin. Menurutnya, disdik akan mengawal proses pendidikan bocah warga Desa Pandantoyo tersebut.
“Kami pastikan bahwa keberlanjutan sekolah harus terjamin. Disdik akan memberikan bantuan beasiswa untuknya. Sampai bisa melanjutkan ke jenjang yang tinggi,” jelas Muhsin.
Tak hanya itu, menurut ketua PGRI Kabupaten Kediri ini, beberapa pihak juga tengah menggalang dukungan.
Seperti yang dilakukan para guru saat ini. Nantinya, donasi tersebut akan diberikan ke Samuel.
“Kami akan donasikan bagi kebutuhan hidup dan belajarnya,” terangnya, sembari menyebut bahwa kondisi Samuel semakin membaik.
Ketika disinggung bahwa Samuel masih tergolek sakit ketika sekolah efektif ujian akhir semester, Muhsin menyebut tak masalah. Karena yang paling utama adalah pemulihan kondisi korban terlebih dulu.
“Yang terpenting kondisi anak S (Samuel, Red) ini pulih terlebih dahulu,” terangnya saat ditemui usai acara apel prasiaga TK/PAUD se Kabupaten Kediri kemarin pagi.
Dia mengatakan akan mengambil langkah agar Samuel tidak tertinggal dengan pelajaran sekolah.
Setelah pulih nanti disdik akan memberikan pendampingan khusus. Memberikan bimbingan agar tidak tertinggal materi pelajaran.
Diberitakan sebelumnya, tragedi pembunuhan satu keluarga terjadi di Desa Pandantoyo, Kecamatan Ngancar Rabu (4/12) dini hari. Tiga orang meninggal dalam kejadian itu.
Baca Juga: Letkol Inf Ragil Jaka Utama Jabat Dandim 0809 Kediri
Yaitu Agus Komarudin, Kristina, dan anak sulungnya, Christian Agusta Wiratmaja. Hanya Samuel yang selamat dalam pembunuhan yang dilakukan oleh Yusa tersebut.
Ironisnya, pelaku adalah adik dari korban Kristina. Dia membunuh dengan memukulkan martil ke para korbannya.
Tindakan bejat itu dipicu penolakan sang kakak saat residivis kasus penjambretan tersebut meminjam uang.
Tiga korban meninggal telah dikuburkan di satu liang. Sedangkan Samuel masih dirawat di RS Bhayangkara Kediri.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah