KEDIRI, JP Radar Kediri- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dan Wakil Bupati Dewi Mariya Ulfa, hampir dipastikan akan lanjut memimpin Kabupaten Kediri untuk periode kedua.
Hal tersebut setelah dalam hitung cepat atau quick count keduanya dinyatakan unggul.Di Kota Kediri, Vinanda Prameswati dan Gus Qomimuddin Thoha juga memimpin Kota Tahu setelah perolehan suara mereka unggul dibanding pasangan Ferry Silviana Feronica-Regina Nadya Suwono.
Data yang dihimpun koran ini dari quick count desk pilkada, dari total jumlah suara sebesar 78,92 yang masuk, pasangan Dhito-Dewi mendapat 57,54 persen suara.
Sedangkan pasangan Deny Widyanarko-Mudawamah mendapat 42,46 persen suara.
Hitung cepat yang dilakukan oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri itu ditampilkan di layar.
Baca Juga: Serangan Fajar Masih Marak di Pilkada Kediri Raya, Ini Beberapa Pengakuan para Penerimanya
Hasil juga dipantau oleh para pejabat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri dan perwakilan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Kepala Bakesbangpol Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko mengatakan, untuk memperoleh data di hitung cepat, pihaknya menurunkan tim untuk menghimpun hasil rekapitulasi suara di tiap TPS.
“Ada tim Caraka yang turun untuk mendata hasil suara di TPS,” kata Yuli ditemui di ruang Joyoboyo Pemkab Kediri kemarin sore.
Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana yang dikonfirmasi tentang kemenangannya versi hitung cepat tadi malam mengatakan, dia tetap akan menunggu rekapitulasi resmi dari KPU Kabupaten Kediri.
Salah satu pertimbangannya, ada algoritma atau margin of error dari quick count sebesar 0,9 hingga 1 persen.
Meski demikian, setelah melihat hasil quick count tersebut, suami Eriani Annisa ini mengaku langsung menghubungi Deny Widyanarko.
Baca Juga: Rapat Paripurna Pandangan Umum terkait RAPBD Kota Kediri Diwarnai Pedebatan Hingga 3 Jam
“Saya barusan (tadi malam) menghubungi Pak Deny. Saya minta maaf jika ada kesalahpahaman selama kontestasi pilkada dan Pak Deny juga mengatakan hal yang sama,” kata Dhito.
Lebih jauh Dhito mengungkapkan, meski dirinya berkontestasi dengan Deny di pilkada, mereka tetap berkomitmen untuk menjaga agar Kabupaten Kediri tetap guyub dan rukun.
Karenanya, begitu tahapan pilkada sudah selesai, mereka memberi contoh kepada masyarakat untuk tetap rukun. Sesuai tagline Kediri Berbudaya.
Jika daerah lain ada yang memanas pascapilkada, Dhito mengaku bersyukur Kabupaten Kediri tetap adem.
“Pak Deny bisa menerima. Jika sampai penetapan nanti hasilnya tetap, beliau (Pak Deny, Red) siap membantu menata Kabupaten Kediri,” paparnya.
Untuk diketahui, jika Dhito dipastikan akan memimpin Kabupaten Kediri untuk periode ke dua, Kota Kediri akan dipimpin oleh figur baru. Yakni, Vinanda Prameswati dan Gus Qowimuddin Thoha.
Baca Juga: Beautifikasi Tuntas, Pasar Wates di Kediri Menjelma Jadi Pasar Tematik Budaya dan Wisata
Berdasar pengamatan koran ini dari TPS, dari total 63 persen suara sah, pasangan Vinanda-Gus Qowim berhasil mendapat 54,7 persen atau 77.695 suara. Sedangkan pasangan Fey-Regina mendapat 42,3 persen atau 60.127 suara.
Ketua Tim Pemenangan Vinanda-Gus Qowim Doni Kurniawan yang dikonfirmasi tentang hasil sementara versi quick count untuk Pilkada Kota Kediri mengatakan, pihaknya masih akan menuntaskan rekapitulasi C1 hasil untuk mengetahui hasil riil perolehan suara.
“Untuk hasil quick count (Vinanda unggul, Red) yang diinformasikan, kami mengucapkan terima kasih banyak,” ungkap Doni sembari menyebut pihaknya akan menyelesaikan rekapitulasi hingga 100 persen.
Terkait hasil quick count yang hingga tadi malam banyak bertebaran,Koordinator Divisi (Koordiv) Perencanaan Data dan Informasi KPU Kota Kediri Nia Sari mengatakan, pihaknya tidak akan melakukan verifikasi data di luar rekapitulasi suara resmi oleh KPU.
Baca Juga: Pemkab Kediri Pastikan 88 Persen Jalan di Kabupaten Kediri Mulus
“Kami tidak bisa berkomentar lebih jauh terkait survei hitung cepat yang banyak dilakukan lembaga maupun organisasi,” paparnya.
Hal senada diungkapkan oleh Ketua KPU Kabupaten Kediri Nanang Qosim. Menurutnya, KPU Kabupaten Kediri masih akan menunggu rekapitulasi manual sesuai jadwal KPU RI.
Yakni, untuk rekapitulasi tingkat kecamatan akan dilakukan pada 29-30 November. Sedangkan rekapitulasi tingkat kabupaten pada 3 Desember nanti.
“Kami masih menunggu hasil rekapitulasi manual,” tandasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah