KEDIRI, JP Radar Kediri - Kualitas dan kesuburan tanah jadi tantangan sektor pertanian di masa depan. Menjawab masalah tersebut, Pemkab Kediri menggagas Desa Inovasi Tani Organik (DITO) sejak 2021 lalu.
Lebih dari tiga tahun berjalan, program yang mengolaborasikan kearifan lokal dan teknologi itu sekarang diadaptasi secara luas di Bumi Panjalu.
Hingga 2024 ini, Pemkab Kediri melalui dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) sudah menggelar pelatihan dan demplot peningkatan bahan organik (BO) tanah di 89 lokasi kelompok tani (poktan) atau gabungan kelompok tani (gapoktan).
“Lokasi pelatihan merata di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri. Diharapkan poktan dan gapoktan itu bisa mentransfer ilmunya kepada petani di sekitarnya,” kata Plt Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo.
Dari hasil demplot pengurangan pupuk kimia sebanyak 50 persen, menurut Anang mampu meningkatkan produktivitas padi yang sebelumnya rata-rata 6,4 ton per hektare menjadi 7,7 ton per hektare. Naik sekitar 12 persen atau 0,77 ton per hektare.
Selain peningkatan produktivitas hasil pertanian, DITO juga berhasil mengubah perilaku petani. Yakni dengan meningkatnya jumlah luasan lahan organik yang tersertifikasi.
Jika tahun 2020 lalu hanya 18 hektare, tahun 2024 ini menjadi 83 hektare.
“Lahan konversi organik seluas 115 hektare,” lanjut Anang.
Pemakaian pupuk organik baik padat maupun cair lewat program DITO, menurut Anang juga mampu meningkatkan kadar C organik tanah yang jadi faktor penentu kualitas tanah mineral.
Jika semula rata-rata kadar C organik tanah di bawah 2 persen, dengan pemakaian bahan organik secara kontinyu berhasil naik lebih tinggi.
Anang mencontohkan hasil uji kadar C organik demplot peningkatan bahan organik (BO) tanah tahun 2023 lalu. Dimana, Kecamatan Plemahan sebesar 2,92 persen.
Kemudian, Kepung bisa mencapai 3,31 persen. Sedangkan Grogol dan Semen masing-masing 2,62 persen dan 2,36 persen. “(Peningkatan hara tanah, Red) ini bukti jika kesuburan tanah semakin membaik,” paparnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah