KEDIRI, JP Radar Kediri- Penyerapan pupuk bersubsidi di Kabupaten kediri belum maksimal. Hingga November ini, serapannya baru mencapai 50 persen.
Rendahnya serapan pupuk tersebut terjadi di beberapa kecamatan. Penyebabnya, ada beberapa wilayah yang pola tanamnya rendah karena musim kemarau panjang.
Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Dispertabun) Kabupaten Kediri Anang Widodo melalui Pengawas Alat dan Mesin Pertanian (alsintan) Slame optimistis serapan pupuk tersebut bisa maksimal di akhir tahun nanti. Bahkan diprediksi pada Desember nanti penyerapan akan mendekati 100 persen.
Data yang dihimpun wartawan Jawa Pos Radar Kediri, capaian penyerapan pupuk subsidi di Kabupaten Kediri itu tinggi. Seperti NPK sudah berada di angka 80 persen. Berikutnya untuk urea capai 75 persen.
Walau demikian, penyerapannya tidak di seluruh wilayah. Ada beberapa wilayah yang masih rendah. “Harus diakui, tidak semua penyerapannya tinggi, ada pula yang masih dibawah 60 persen,” jelas Slamet saat ditemui koran ini di Kantor Dispertabun Kabupaten Kediri pada Jumat (8/11).
Seperti Kecamatan Puncu misalnya, capaian penyerapan pupuk urea masih di angka 55 persen. Sementara pupuk NPK masih berada di angka 54 persen. Berikutnya ada Kecamatan Semen yang penyerapan pupuk NPKnya yang masih 53 persen.
Slamet mengatakan, masih rendahnya penyerapan pupuk subsidi di beberapa tempat ini dikarenakan beberapa hal. Salah satunya karena petani di wilayah tersebut yang tidak melakukan tanam.
“Alasannya ketersediaan air tidak ada, otomatis tidak bisa tanam. Namun ada kecamatan tertentu yang memang penyerapannya maksimal karena ketersediaan air masih mencukupi. Sehingga tanamnya jalan terus,” jelasnya.
Jika ada kendala masalah tanam, otomatis kios berhenti menebus pupuk di distributor. “Karena kios juga butuh perputaran uang, kalau permintaan di petani tidak ada otomatis kios ya tidak menebus.” jelas laki-laki asal Kecamatan Kayen Kidul itu.
Dispertabun punya beberapa skema untuk mengatasi beberapa kecamatan yang penyerapannya rendah. Yakni dengan melakukan realokasi. Pihaknya akan melakukan pendataan wilayah mana saja yang penyerapannya rendah.
Berikutnya ketersediaan pupuk itu akan direalokasikan ke wilayah yang penyerapannya tinggi. “Akhir tahun ada realokasi, yang realisasi kecil bisa diambil dan diberikan ke lokasi yang serapannya tinggi. Tentunya melihat pola tanam juga serta hasil keputusan bersama dengan para distributor dan penyuluh,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah