KEDIRI, JP Radar Kediri- Konstruksi jalan tol akses bandara ikut mengepras sejumlah aset milik Pemkot Kediri. Hingga awal November ini pemerintah masih menginventarisasi seluruh aset yang terdampak proyek jalan bebas hambatan tersebut.
Di saat yang sama mereka juga sedang memilih calon tanah pengganti.
Untuk diketahui, ganti rugi aset pemkot yang terdampak tol tidak dalam bentuk uang. Melainkan dalam bentuk lahan pengganti yang bernilai sama dan dikehendaki oleh Pemkot Kediri.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Kediri Chevy Ning Suyudi mengatakan, penentuan tanah pengganti aset pemkot yang terdampak Tol Bandara masih menunggu inventarisasi.
Selebihnya, mereka juga menunggu appraisal atau penaksiran harga seluruh aset pemkot yang terdampak tol. “Masih ada lahan-lahan lain yang belum appraisal. Nanti dikumpulkan,” ujarnya.
Lebih jauh Chevy menyebut, aset terdampak tol di Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir sudah selesai di-appraisal. Namun, aset-aset lainnya di Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bujel belum selesai appraisal-nya.
“Calon tanah pengganti sudah ada. (Menimbang, Red) kebutuhan, ya. Kalau kebutuhan kita, satu, untuk pelebaran Jalan Mrican. Kan sudah ada Jembatan Jongbiru, supaya nggak macet,” bebernya.
Selain itu, kebutuhan Pemkot Kediri juga termasuk lahan untuk rencana pembangunan ringroad.
Chevy menuturkan, pembangunan infrastruktur itu termasuk kebutuhan Kota Kediri saat ini.
Praktis, juga membutuhkan pembebasan lahan.
“Sudah ada identifikasinya. Tinggal nunggu turun validasinya saja,” sambungnya sembari menyebut pemkot menunggu kebutuhan lahan itu dibebaskan oleh tim pengadaan tanah.
Meski penggantian aset pemkot yang terdampak tol belum tuntas, menurut Chevy hal itu tidak memengaruhi jalannya proyek fisik Tol Kediri-Tulungagung.
Untuk diketahui, konstruksi Jalan Tol Kediri-Tulungagung Akses Bandara Dhoho ditargetkan mulai pertengahan November ini.
Dengan begitu, konstruksi ruas Kota Kediri mulai Kelurahan Semampir hingga Kelurahan Gayam bisa segera menyusul proyek dari sisi Kabupaten Kediri.
Konstruksi yang dimulai di dekat Bandara Dhoho itu sudah lebih dulu dimulai sejak ground breaking jalan tol pada 18 Oktober lalu.
Di ruas Kota Kediri, proyek strategis nasional (PSN) itu meliputi pembangunan jembatan yang menghubungkan Kelurahan Semampir dan Kelurahan Mojoroto.
Kemudian, jalan layang atau flyover penyambung jembatan, hingga jalan tol yang sampai ke Kelurahan Gayam.
Sebelumnya diberitakan, proyek Tol Bandara ruas Kota Kediri yang titik nolnya di Kelurahan Semampir, Kota Kediri rencananya akan direalisasikan pertengahan November ini.
“(Tol Bandara untuk Kota Kediri, Red) masih menunggu turunnya SPMK (surat perintah mulai kerja, Red) untuk pekerjaan dari Jl Mayor Bismo (Kelurahan Semampir, Red) sampai ke Gayam,” ujar sumber koran ini.
Di sisi lain, proyek yang dimulai dari titik nol atau STA nol yang berada di sisi barat Jl Mayjend Sungkono, Semampir itu sudah mulai dipersiapkan.
Salah satunya dengan pemasangan pagar di sepanjang area proyek. Lengkap dengan banner pemberitahuan proyek pembangunan jalan tol akses bandara yang dipasang di sepanjang pagar.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah