KEDIRI, JP Radar Kediri-Ratusan tenaga honorer daerah (honda) di Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Kediri berpeluang menjadi aparatur sipil negara (ASN).
Hal tersebut akan terwujud jika Badan Kepegawaian Negara (BKN) menyetujui semua usulan formasi yang diajukan pada awal November ini.
Data yang dihimpun Jawa Pos Radar Kediri menyebutkan, Kemenag Kabupaten Kediri mengajukan 369 formasi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) ke BKN.
Formasi tersebut sesuai dengan total jumlah honda di bawah Kemenag Kabupaten Kediri.
Pengajuan dilakukan pada Minggu (3/11) lalu. Bersamaan dengan pengisian data oleh para honda di laman BKN.
Ratusan formasi itu terdiri dari 156 jabatan ahli pertama guru, 52 jabatan ahli pertama penyuluh, dan 161 jabatan pelaksana.
“Saat pendataaan sebelumnya jumlahnya lebih banyak,” kata Kepala Kemenag Kabupaten Kediri Achmad Faiz terkait usulan formasi yang mencapai ratusan.
Jumlah usulan formasi menyusut karena ada beberapa sebab. Di antaranya, ada honda yang meninggal dunia. Kemudian, ada yang pensiun hingga sisanya pindah kerja atau mengundurkan diri.
Apakah 369 formasi yang diajukan akan disetujui semua oleh BKN? Faiz mengaku belum mengetahuinya.
“Kami tidak tahu karena itu (persetujuan formasi, Red) wewenang BKN dan Kemenag pusat,” lanjut Faiz berharap formasi disetujui karena BKN berencana menuntaskan pengangkatan semua honorer tahun ini.
Diakui Faiz, formasi yang diajukan oleh Kemenag Kabupaten Kediri tahun ini paling banyak dibanding sebelumnya. Dia mencontohkan, tahun 2022 hanya mengajukan 238 formasi.
Kemudian, 2023 lalu mengajukan 229 formasi. “Tahun ini lebih banyak lagi. Paling banyak ini termasuk kita (Kabupaten Kediri, Red),” tandasnya.
Sementara itu, selain tahapan pengajuan rekrutmen PPPK Kemenag, rekrutmen CPNS juga terus bergulir. Yang terbaru, ada 10 pelamar yang dipastikan gagal jadi pegawai negeri sipil (PNS).
Sebab, mereka tidak hadir dalam tes seleksi kompetensi dasar (SKD) di Gedung Kesenian Aryo, Blitar pada Minggu (3/11) lalu.
Dari Kota Kediri, sedianya ada 160 pelamar yang mengikuti computer assisted test (CAT) itu. Namun, yang hadir hanya 150 orang.
“Sepuluh orang itu tidak hadir tanpa keterangan. Kalau yang terlambat nggak ada, hanya ada beberapa yang datangnya masih mepet-mepet,” beber Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Un Achmad Nurdin.
Un menambahkan, setiap pelamar yang tidak mengikuti tes CAT otomatis dinyatakan gagal. Di luar itu, peserta tes CAT juga bisa langsung mengetahui perolehan nilai dalam bentuk live score setelah sesi berakhir.
Dengan teknis tersebut, Un menyebut BKPSDM belum mengetahui jumlah pasti pelamar yang gagal lolos SKD.
Sebab, jumlah resmi itu masih akan menunggu informasi dari Badan Kepegawaian Negara (BKN). “Tapi masing-masing individu seharusnya sudah tahu,” tandasnya.
Untuk diketahui, selain tes Minggu lalu, pada Senin (4/11) lalu total ada 56 pelamar mengikuti tes SKD di Gedung Islamic Center, Malang.
Kemudian disusul pada Selasa (12/11) mendatang dengan 96 pelamar yang mengikuti tes SKD di Kantor Regional II BKN Surabaya.
Seperti diberitakan, Pemkot Kediri membuka 26 formasi dalam seleksi CPNS 2024. Untuk mengisi kebutuhan tersebut, total pendaftarnya mencapai 501 pendaftar. Dari data itu, hanya 385 pelamar yang lolos ke tahap seleksi selanjutnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah