KEDIRI, JP Radar Kediri-Peluang untuk menjadi aparatur sipil negara (ASN) tahun ini, agaknya tidak disia-siakan oleh para tenaga honorer di Kabupaten Kediri.
Karenanya, meski sudah dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dalam seleksi administrasi, mereka tetap ngotot ikut seleksi dengan mengajukan sanggahan.
Data yang dihimpun koran ini menyebutkan, dari total 2.309 pendaftar seleksi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), sebanyak 316 di antaranya dinyatakan TMS.
Adapun 1.993 lainnya bisa melenggang ke tahap seleksi kompetensi dasar (SKD). Mereka akan memperebutkan 850 formasi ASN.
Rupanya, di antara ratusan tenaga honorer yang dinyatakan TMS itu, belum semuanya menyerah. Sebanyak 30 di antaranya masih terus berjuang dengan mengajukan sanggahan agar bisa ikut tes lanjutan.
Plt Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitas Profesi ASN Andri Sugiarto mengatakan, masa pengajuan sanggahan dibuka tiga hari.
Mulai 2-4 November kemarin. “Sampai siang ini (kemarin siang, Red) ada 30 yang mengajukan sanggah,” ungkap Andri sembari menyebut jumlah penyanggah masih bisa bertambah karena masa sanggah dibuka hingga pukul 23.59 tadi malam.
Setelah menerima sanggahan, Andri menyebut tim langsung melakukan koordinasi terkait materi yang disanggah peserta. Di tahap ini, verifikator memeriksa kesalahan dari para penyanggah.
Jika memang kesalahan terletak di panitia, BKD akan mengubah status pendaftar. Jika sebaliknya atau kesalahan di pihak pendaftar otomatis tidak dikabulkan.
“Masih fifty-fifty (peluang lolos, Red) tergantung yang salah siapa (dalam proses verifikasi, Red),” lanjut Andri terkait nasib penyanggah.
Sementara itu, di Kota Kediri total ada 2.083 pelamar. Sebanyak 2.081 dinyatakan lolos, dan dua lainnya TMS.
Mereka akan memperebutkan 199 formasi tenaga teknis, tenaga pendidik, dan tenaga kesehatan.
Baca Juga: Jembatan Semampir Kota Kediri Dibatasi, Jembatan Jongbiru Kabupaten Kediri Padat
Dengan demikian, satu formasi dalam rekrutmen PPPK tahun ini sedikitnya diperebutkan oleh 10 orang.
Tingginya persaingan itu juga dibenarkan Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Kediri Un Achmad Nurdin.
Menurutnya, jumlah pelamar TMS yang sedikit itu juga karena sosialisasi terkait kelengkapan berkas dilakukan dengan masif. “Jadi yang salah upload berkas hanya sedikit,” papar Un.
Terkait tingginya persaingan memperebutkan formasi PPPK, menurut Un hal itu karena memang jumlah tenaga non-ASN di Pemkot Kediri sangat banyak.
“Jadi ketika dibuka pendaftaran, langsung ikut daftar,” beber Un.
Adapun persaingan itu belum mencakup semua pelamar. Sebab, masih ada potensi penambahan pelamar dari pendaftar periode 2.
Pendaftaran itu dibuka untuk memfasilitasi honorer daerah (honda) yang tidak masuk dalam database badan kepegawaian negara (BKN).
Tetapi sudah aktif bekerja di instansi Pemkot Kediri minimal dua tahun. “Nanti sama-sama untuk mengisi 199 kebutuhan itu. Jadi 199 ini masih utuh,” tandasnya.
Karena tingginya persaingan, Un mengimbau pelamar agar mempersiapkan dengan baik sebelum menghadapi seleksi kompetensi.
Sebab, hasil seleksi itu tergantung kesiapan dari masing-masing pelamar. “Harus belajar karena soal tes dari BKN sama seperti CPNS. Ada tiga kriteria maupun sifat materi yang sama,” pungkasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah