KEDIRI, JP Radar Kediri-Kesulitan pengairan sawah yang dihadapi para petani di musim kemarau akan segera teratasi.
Hal tersebut setelah Pemkab Kediri melalui dinas pertanian dan perkebunan (dispertabun) menggelontor anggaran miliaran rupiah untuk penyediaan sarana dan prasarana (sarpras) listrik masuk sawah.
Total ada ribuan titik sawah di Bumi Panjalu yang akan segera dialiri listrik untuk operasional sumur pompa.
Hingga akhir Oktober ini, total ada 167 pompa air bertenaga listrik yang selesai dibangun di sejumlah sawah Kabupaten Kediri.
Pembangunan jaringan listrik masuk sawah dilakukan setelah Pemkab Kediri meneken nota kesepahaman atau memorandum of understanding (MoU) dengan PLN UP3 Kediri beberapa waktu lalu.
“Listrik masuk sawah ini menjawab permasalahan petani yang selalu kesulitan dalam pengairan sawah, terutama di musim kemarau,” kata Kepala Dispertabun Kabupaten Kediri Anang Widodo melalui Kabid Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Arahayu Setyo Adi.
Pria yang akrab disapa Adi itu mengungkapkan, setelah penandatanganan MoU pihaknya langsung melakukan pemetaan lokasi sawah yang membutuhkan irigasi dari pompa bertenaga listrik. Setelah diidentifikasi, total ada 3.166 titik di 26 kecamatan di Kabupaten Kediri.
Namun, setelah dicek dan diidentifikasi lebih lanjut oleh PLN, hanya 2.581 titik saja yang bisa ditindaklanjuti.
Sebanyak 660 titik bisa dipasang jaringan tanpa perluasan. Sebab, jarak titik bor dengan jaringan listrik kurang dari 30 meter.
Kemudian, 1.556 titik lainnya bisa dibangun jaringan listrik dengan perluasan. Sebab, jarak titik bor dengan jaringan listrik lebih dari 30 meter.
Adapun 352 titik lainnya masuk wilayah PLN UP3 Mojokerto. Selanjutnya, 585 titik lainnya tidak bisa dipasang jaringan karena jaraknya terlalu jauh dan tidak tersedia akses jalan untuk perawatan.
“Kalau yang ini (yang tidak bisa dipasang jaringan listrik, Red) akan ditindaklanjuti dengan penggunaan genset sebagai pengganti listrik,” terang Adi ditemui di kantor dispertabun kemarin pagi.
Baca Juga: Gara-Gara Ini Ratusan Pendaftar Seleksi PPPK di Kabupaten Kediri Terlempar
Dari ribuan titik listrik tersebut, hingga akhir Oktober ini menurut Adi sudah terpasang 167 titik. “Anggaran yang disiapkan untuk pemasangan jaringan listrik dan mesin pompa listrik Rp 7,6 miliar,” papar Adi.
Terkait ribuan titik lainnya yang belum terpasang, Adi menyebut dispertabun sudah memetakan lokasi dan titiknya. Ke depan, dispertabun akan bekerja sama dengan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMPD) Kabupaten Kediri.
Yakni, terkait penggunaan alokasi dana desa (DD) minimal 20 persen untuk ketahanan pangan dan hayati. Di antaranya digunakan untuk pembangunan irigasi perpompaan listrik.
“Kalau mengandalkan dana dari dinas saja akan lambat karena menimbang titiknya yang banyak,” jelasnya sembari menyebut jika dibantu DD, listrik masuk sawah akan tuntas dalam 2-3 tahun ke depan.
Bagaimana dengan program listrik masuk sawah tahun depan? Adi menyebut pihaknya menganggarkan Rp 1,3 miliar. Total ada 10 titik yang akan dibangun.
Tiap titiknya sebesar Rp 130 juta. “Jadi tahun depan nanti ada anggaran dari APBD 1 (provinsi, Red), APBD 2 (Kabupaten Kediri, Red) dan dari DD,” urai Adi sembari menyebut listrik masuk sawah juga bisa mengatasi problem kelangkaan elpiji bersubsidi tiap musim kemarau.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah