Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Sosok Ahmad Zamroni yang Jadi Nahkoda Baru di Kantor Kemenag Kota Kediri

Ayu Ismawati • Selasa, 29 Oktober 2024 | 17:21 WIB
Photo
Photo

KEDIRI JP Radar Kediri-Karangan bunga, bertuliskan ucapan selamat, berjajar di samping pintu utama Kantor Kemenag Kota Kediri, di Jalan Mayor Bismo nomor 6.

Sebagian, bunga-bunganya masih terlihat segar. Tanda bahwa belum lama berada di tempat itu.

Memang, aneka karangan bunga tersebut merupakan bagian dari resminya Ahmad Zahroni memimpin kantor kementerian ini.

Tepatnya pada 17 Oktober lalu. Menggantikan pejabat lama, Moh. Qoyyim, yang berpulang ke Sang Pencipta 9 Agustus silam.

Tapi, Zamroni-demikian kepala kankemenag itu biasa disapa-bukanlah orang baru.

Sebab, sebelum ini dia adalah kepala sub-bagian tata usaha (kasubbag TU) di kantor yang sama. Wajar bila hingga kemarin dia masih berkantor di ruangannya yang lama, di ruang Kasubbag TU.

Di Kota Kediri, pengabdian Zamroni dimulai pada 2008. Ketika dia menjadi penyuluh agama.

“Seluruh tugas di Kemenag itu sudah saya lakukan. Mulai dari guru, KUA (kantor urusan agama, Red), penyuluh, PAIS (bidang pendidikan agama Islam, Red), PD pontren (pendidikan diniyah dan pondok pesantren, Red), bimas (bimbingan masyarakat Islam, Red), kasubbag TU, kepegawaia. Di (bagian) umum juga sudah,” bebernya.

Menurut Zamroni, perjalanan karirnya yang dari bawah itu membuatnya banyak belajar. Terutama memahami karakteristik masing-masing bidang dan seksi.

“Saya bisa lebih mengetahui fungsi dan tugas masing-masing bidang,” akunya.

Bagi pria asal Prambon, Kabupaten Nganjuk itu, Kementerian Agama sudah seperti identitasnya.

Di balik perjalanan karir dan pengabdiannya yang panjang, pria yang tahun ini berusia 54 tahun itu sudah dekat dengan institusi tersebut sejak belia. Dia lahir dari orang tua yang juga berkarir di institusi yang sama.

“Saya keluarga dari Kementerian Agama. Orang tua, terakhir (menjadi) kepala MTs Negeri di Nglawak, Tanjung Anom,” bebernya.

Dari orang tuanya itu pula dia banyak mendapat bimbingan dan arahan.

Termasuk saat dia sering diberi baju safari. Seragam itu termasuk salah satu identitas institusi tersebut.

“Jadi sejak kecil, style-nya saya itu sudah banyak menirukan karakter abah saya.

Jadi ya seperti pakai baju safari dan pakai sepatu pantofel,” ucapnya, mengenang keinginan orang tuanya agar dia meneruskan pengabdian di Kemenag.

Sembari duduk di sofa, Zamroni mengenang masa-masa mulai merintis karir.

Baginya, pencapaian saat ini tidak bisa dipisahkan dari peran kedua orang tuanya. Yang banyak menginspirasi dan memberi dukungan.

Sempat ditempatkan di beberapa daerah, akhirnya dia memutuskan kembali ke Kediri pada 2008 lalu.

Salah satunya, agar lebih dekat dengan orang tua yang tinggal di Kabupaten Nganjuk.

“Saya itu punya keyakinan, khidmat kepada orang tua wabil khusus ibu itu tidak bisa ditawar,” katanya.

Membicarakan tentang mendiang ibunya seketika membuat mata anak kedua dari empat bersaudara itu basah.

Suaranya tercekat, ketika mengenang pengorbanan perempuan yang telah berpulang setahun yang lalu itu.

“Apa yang telah dilakukan orang tua khususnya ibu, bila dibandingkan dengan pengabdian saya ke beliau berdua, tidak bisa melunasi hutang kepada beliau,” tandasnya.

Secara pribadi, dia mempercayai pentingnya mengabdi kepada orang tua.

Terlepas dari kesibukan karir dan pencapaian diri, kembali ke orang tua untuk meminta doa adalah sebaik-baiknya wujud diri seorang manusia.

“Kalau kita mampu untuk memberikan pelayanan maksimal ke keduanya, khususnya ibu, rezeki kita, karir kita, semuanya akan ditata oleh Allah,” pesannya.

Kini, pria yang sudah mengabdi di lingkungan kementerian agama sejak 32 tahun lalu itu mulai membuka lembar catatan baru sebagai pimpinan kantor di daerah.

Salah satu pekerjaan rumah (PR) yang harus mulai direalisasikan penyelesaiannya adalah meraih target predikat zona integritas bagi pelayanan kantor Kementerian Agama Kota Kediri.

Di antaranya, dengan mempersiapkan infrastruktur untuk memaksimalkan pelayanan kepada masyarakat.

“Saat ini sudah mulai kita tata untuk segera menuju ke sana (zona integritas, Red),” tandasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radarkediri #jawapos #ahmad zamroni #nahkoda baru #kota kediri