Debat Perdana Pilbup Kediri Digelar di IKCC Kota Kediri, Ini Kata KPUD soal Jalannya Debat

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Jumat, 25 Oktober 2024 | 16:30 WIB
ADU PROGRAM: Pasangan Deny WidyanarkoMudawamah (foto kiri) dan Hanindhito Himawan PramanaDewi Mariya Ulfa dalam debat publik di Insumo Kediri Convention Centre tadi malam.
ADU PROGRAM: Pasangan Deny WidyanarkoMudawamah (foto kiri) dan Hanindhito Himawan PramanaDewi Mariya Ulfa dalam debat publik di Insumo Kediri Convention Centre tadi malam.

KEDIRI, JP Radar Kediri-Debat perdana pasangan calon (paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kediri tadi malam berlangsung semarak.

Tak hanya jadi ajang untuk membeber komitmen dan program saat memimpin Kabupaten Kediri, acara yang berlangsung di Insumo Kediri Convention Centre (IKCC) tadi malam sekaligus jadi sarana untuk menggaungkan pilkada damai.

Ketua KPUD Kabupaten Kediri Nanang Qosim mengatakan, debat publik tadi malam jadi ajang untuk memaparkan visi misi para paslon bupati dan wakil bupati.

“Dengan (debat publik, Red) ini harapannya masyarakat memilih bukan karena ajakan, bukan karena dorongan seseorang. Tapi memilih karena paparan visi misi calon bupati,” kata Nanang.

Lebih jauh Nanang menyebut, Pilkada Kediri bukan hanya hajat KPU Kabupaten Kediri. Melainkan hajat seluruh warga Kediri dalam memilih pemimpinnya. Karenanya, Nanang mengajak semua pihak untuk menyukseskannya.

“Untuk jadi baik tidak harus menjelekkan orang lain. Untuk jadi baik cukup disampaikan apa yang membuat Anda harus dipilih warga Kediri,” pesannya.

Untuk diketahui, debat publik Pilkada Kabupaten Kediri baru dimulai sekitar pukul 19.30 tadi malam.

Namun, para pendukung sudah hadir di lokasi sejak sebelum pukul 19.00. Sejak awal KPU sudah membatasi jumlah pendukung yang boleh hadir di lokasi. Yakni, masing-masing hanya boleh membawa 150 orang.

Komisioner KPU Kabupaten Kediri Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan Sumber Daya Manusia (Sosdiklih Parmas dan SDM) Eka Septiawan Ferydyanto menyebut pembatasan jumlah pendukung di acara debat dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Pendukung juga tidak diperbolehkan membawa APK. Kecuali APK yang melebat di tubuh seperti kaus, topi, dan sejenisnya,” kata Eka.

Sebagai gantinya, KPU sudah menyediakan APK untuk para pendukung.

"Kami siapkan bendera kecil, dan beberapa APK lain, " jelas Eka sembari menyebut KPU juga melarang para pendukung membawa air mineral, korek api, dan barang-barang berbahaya lainnya.

Hingga pukul 21.00 tadi malam, debat publik masih berlangsung. Pasangan nomor urut satu Deny Widyanarko-Mudawamah dan pasangan nomor urut dua Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa memaparkan program dan visi misi mereka.

Di sesi lain, paslon juga menjawab pertanyaan dari panelis, sedangkan paslon lain memberikan tanggapan.

Di sela-sela tahapan tersebut, para simpatisan saling lempar jargon dan berteriak memberikan dukungan yang membuat suasana menjadi semarak.

Untuk memastikan debat publik berlangsung aman, ratusan personel Polres Kediri Kota berjaga di sejumlah titik area debat.

Sementara itu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Kediri juga terus mematangkan persiapan jelang debat publik pasangan calon (paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kediri.

Tujuh hari jelang debat terbuka pertama pada Jumat (1/11) mendatang, beberapa teknis pelaksanaan sudah ditetapkan.

Di antaranya, menyiapkan pertanyaan yang baru akan diterima KPU Kota Kediri di Hari-H pelaksanaan debat nanti.

Ketua KPU Kota Kediri Reza Cristian mengatakan, saat ini para panelis sudah mulai menggodok pertanyaan.

Itu setelah rapat koordinasi (rakor) sudah digelar sebelumnya dengan melibatkan perumus, panelis, hingga liaison officer (LO) masing-masing paslon.

“Untuk menjaga kerahasiaan, pertanyaan masih ada di panelis. Nanti Hari-H baru diserahkan ke KPU dalam amplop tertutup,” ujar Reza sembari menyebut pertanyaan-pertanyaan dalam debat juga tidak diketahui oleh anggota KPU Kota Kediri. 

Demi menjaga kerahasiaan dan keamanan, nama-nama perumus dan panelis juga baru akan diumumkan di hari pelaksanaan debat terbuka.

“Dan untuk menjaga netralitas, semua dari domisili luar kota. Bukan warga Kota Kediri dan tidak punya hak pilih untuk Pilwali Kediri,” bebernya sembari menyebut, keseluruhan lima panelis untuk debat pertama nanti dipilih dari latar belakang akademisi.

Lebih jauh Reza membeberkan, debat pertama di Insumo Kediri Convention Center (IKCC) itu mengusung tema ‘Peningkatan Sumber Daya Manusia, Kualitas Hidup, dan Layanan Publik menuju Kota Kediri yang lebih baik’.

Dengan beberapa sub tema, debat akan dibagi dalam enam segmen.

“Hari ini (kemarin, Red) kami juga akan menggelar rapat koordinasi dengan bawaslu dan tim keamanan seperti dari kepolisian dan satpol PP untuk membahas pengamanan di debat pertama nanti,” urainya. 

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

         

 

 

  

 

Editor : Anwar Bahar Basalamah
radarkediri pilbup perda jawapos debat