KEDIRI, JP Radar Kediri- Masjid Agung, An-Nur Pare mulai bersolek. Revitalisasi masjid yang berada di Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare dilakukan untuk mendukung adanya pengembangan Bandara Dhoho Kediri.
Seperti diketahui, Pare punya Kampung Inggris yang menjadi salah satu destinasi pendidikan yang setiap tahun ramai dikunjungi wisatawan dari luar daerah. Sebagai ikon di Pare, Masjid Agung An-Nur dianggap bisa menarik minat pendatang.
Revitalisasi tersebut memberikan beberapa tambahan fasilitas. Termasuk kemudahan bagi disabilitas. Ketua Takmir Masjid Agung An-Nur, Pare mengatakan, pekerjaan dimulai sejak akhir September lalu. Salah satu yang dibenahi adalah penambahan toilet khusus untuk difabel.
“Ada penambahan pembangunan kamar mandi untuk difabel dan lansia,” terangnya saat ditemui usai kegiatan peringatan Hari Santri Nasional 2024 di Stadion Canda Bhirawa kemarin.
Baca Juga: Seleksi Pejabat Eselon II Pemkot Kediri Tunggu BKN dan Kemendagri
Dia mengatakan, selama ini, kamar mandi letaknya di lantai bawah. Sementara di lantai atas hanya untuk wudhu saja. Sehingga, jika ingin buang air, harus naik-turun.
Menurut laki-laki yang akrab disapa Fuad itu, kondisi bangunan itu akan menyulitkan, utamanya bagi difabel dan lansia. Harapannya, dengan ditambahkannya kamar mandi difabel, yang letaknya di atas, akan mempermudah jemaah yang difabel maupun lansia. “Saat digunakan untuk ibadah akan menjadi lebih khusuk,” jelasnya.
Selain kamar mandi difabel, pekerjaan lainnya adalah perluasan lahan parkir. Serta perbaikan kebocoran di beberapa sisi atap, pengecatan, dan melakukan penggantian dinding kaca.
“Nanti diganti pembatas yang ada motifnya. Selain mengurangi gema, juga tampak lebih indah. Selain itu jadi sejuk juga,” jelasnya.
Ke depan, takmir masjid juga akan mengajukan penggantian paving masjid. “Inginnya diganti aspal, agar lebih enak. Karena jadi tempat parkir kendaraan besar juga, kalau paving gampang rusak. Untuk menggantinya juga akan sulit,” jelasnya.
Seperti diberitakan, Pemkab Kediri melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mengalokasikan anggaran Rp 3,9 miliar untuk merehab masjid yang menjadi ikon Kabupaten Kediri itu. rencananya akan ada tiga tahap dalam prosesnya. Anggaran senilai Rp 3,9 miliar tahun ini merupakan alokasi untuk rehabilitasi bangunan tahap pertama. Adapun untuk tahap II akan dilanjutkan tahun depan. Khusus untuk rehabilitasi tahap pertama, ditargetkan proyek bisa selesai Desember nanti.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah