KEDIRI, JP Radar Kediri-Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali melakukan uji pembebanan atau loading test di Jembatan Semampir yang secara visual terlihat melengkung, kemarin.
Akses vital yang menghubungkan Kota Kediri di bagian timur dan barat itu ditutup mulai pukul 09.30.
Pejabat Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) Jawa Timur-Bali Satiya Wardana mengatakan, kemarin pihaknya baru melakukan pengujian saja terhadap Jembatan Semampir.
“Jadi kami melakukan uji pembebanan guna mengetahui tindak lanjut penggantian jembatan nanti seperti apa,” ujarnya.
Setelah mengetahui kondisi struktur jembatan dari hasil uji beban, menurut Satiya barulah pihaknya bisa melakukan pemaketan pekerjaan penggantian jembatan.
Kontrak proyekditargetkan dimulai pada Maret 2025 dengan masa pelaksanaan sekitar 15 bulan.
“Kami menunggu hasil dari uji pembebanan kita ini. Kami desain (proyek Jembatan Semampir, Red) juga belum jadi,” lanjutnya.
Lebih jauh Satiya menegaskan, pembangunan ulang Jembatan Semampir harus segera dilakukan.
Sebab, secara visual sudah nampak adanya lendutan atau lengkungan di jembatan yang sudah dibangun sejak 1992 itu. Merespons hal tersebut, menurut Satiya perlu diadakan pengujian secara keseluruhan.
“Dari tampaknya sudah kelihatan, ada lendutan. Terlepas mungkin dulu sejarahnya setelah jembatan terbangun ada penggalian pakai mesin, kalau nggak salah.
Kalau sekarang manual, tapi sebenarnya tetap nggak boleh dilakukan penggalian pasir di Sungai Brantas ini,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Didik Catur mengatakan, kewenangan pembangunan ulang jembatan itu ada pada Kementerian PUPR.
Namun, menurutnya Pemkot Kediri diperbolehkan untuk mengajukan usulan.
“Melalui DPUPR (Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang, Red) Kota Kediri mengusulkan untuk pelebaran. Namun ini memang kewenangan dari PUPR pusat,” terangnya.
Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, penutupan total Jembatan Semampir kemarin membuat arus lalu lintas di beberapa ruas jalan dalam kota relatif meningkat.
Termasuk simpang-simpang jalan yang mengalami peningkatan volume kendaraan.
“Upaya-upaya kami bersama Satlantas Polresta Kediri akan memperkuat personel di simpang-simpang yang ada di Kota Kediri sekaligus pemberian informasi ke masyarakat,” urainya berharap masyarakat dapat memahami kondisi dan beradaptasi selama setidaknya tujuh hari ke depan.
Sementara itu, pintu masuk menuju Jembatan Semampir dari sisi timur dan barat mulai ditutup sejak sekitar pukul 09.30.
Petugas memasang water barrier di akses menuju Jl Sultan Iskandar Muda. Di sisi lain, peningkatan volume kendaraan mulai terjadi di beberapa ruas jalan sejak pagi kemarin.
Di antaranya di Jl Jaksa Agung Suprapto hingga Bundaran Sekartaji. Kemudian di akses menuju Jembatan Jongbiru seperti di Jl Merbabu dan Jl PG Meritjan.
Sedangkan di Jembatan Semampir, beberapa petugas sudah mulai bekerja sejak Senin pagi (21/10).
Salah satunya memasang sensor di badan jembatan sebelum dilakukan uji pembebanan. “Ini penutupan total hanya seminggu (21-27 Oktober, Red).
Setelah itu, kendaraan pribadi dan skala kecil masih bisa melintas di Jembatan Semampir,” papar Didik.
Seiring dengan penutupan Jembatan Semampir, angkutan bus antarkota antarprovinsi (AKDP) jurusan Surabaya-Tulungagung dan sebaliknya mulai diarahkan melalui jalur dalam kota.
Dalam skema itu, jalur bus AKDP diarahkan melintasi rute lama atau tidak melalui barat sungai. Begitu pula sebaliknya dari arah Tulungagung-Surabaya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah