KEDIRI, JP Radar Kediri - Peresmian Bandara Dhoho kemarin menjadi langkah awal agar bandara yang terletak di tiga kecamatan ini bisa semakin berkembang.
Tidak hanya penerbangan lokal saja, juga penerbangan ke manca negara.
Salah satunya melayani umrah. Sekaligus awal untuk menjadi embarkasi dan debarkasi haji.
Menhub Budi Karya Sumadi mengatakan Bandara Dhoho diharapkan bisa menjadi bandara kedua yang diminati di Jawa Timur, setelah Bandara Juanda.
Menurutnya, hal tersebut karena di daerah selatan bagian barat Jawa Timur tidak ada bandara. Sehingga Bandara Dhoho akan menjadi rujukan masyarakat sekitar.
“Karena daerah selatan barat daerah Jawa Timur ini relatif tidak ada bandara. Dari survei kami menunjukkan bahwa potensi penumpang terutama umrah dan haji tinggi,” jelasnya.
Adanya hal tersebut pula, menurut Budi, penerbangan umrah di Bandara Dhoho juga akan tinggi animonya.
Menurutnya, adanya penerbangan umrah secara direct juga menjadi pembuka penerbangan internasional lainnya. Seperti halnya penerbangan haji.
“Karena adanya umrah jadi suatu pemancing untuk traffic sehingga masyarakat itu bisa kenal di sini (Bandara Dhoho),” jelasnya.
Setelah penerbangan umrah berjalan dan berkembang, penerbangan haji juga akan segera dilakukan.
Terkait hal tersebut, dia mengaku terus berkomunikasi dengan Kementerian Agama untuk bisa membangun asrama haji di Bandara Dhoho.
“Berkoordinasi juga dengan PJ (PJ Gubernur Jatim, Red) kita buatkan asrama haji. Kita harapkan ada hotel di sini. Sehingga tujuh kabupaten di sekitar Kediri ini bisa menggunakan Bandara Dhoho ini sebagai suatu bandara yang baik” jelasnya.
Dia juga mengimbau masyarakat Selingkar Wilis bila umrah melalui Bandara Dhoho. Agar bandara baru ini bisa ramai.
“Jangan dari Surabaya, supaya dekat dan ekonomi semakin berkembang,” jelasnya sembari menyebut bahwa pemerintah mengapresiasi penuh PT Gudang Garam Tbk.
Sementara itu, Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono bahwa prospek penerbangan di Bandara Dhoho sangat bagus. Karena wilayah selatan Pulau Jawa, khususnya Jawa timur, jauh dari jangkauan transportasi udara.
Dia mengaku akan berusaha berkoordinasi dengan semua pihak untuk mengembangkan Bandara Dhoho. Khususnya untuk penerbangan umrah dan haji.
“Karena memang bandara ini standarnya sudah internasional. Jadi bisa (untuk pendaratan) triple seven (Pesawat Boeing 777, Red). Maka besar kemungkinan akan beralih untuk umrah dan haji ada di sini,” tegasnya.
Dia berharap penerbangan umrah bisa terlaksana secepatnya. Targetnya akhir tahun ini. Atau, paling lambat, awal 2025.
“Kami mau secepatnya, bahwa bandara ini tidak hanya untuk domestik tapi juga internasional,” jelasnya.
Sementara itu, Direktur Manajemen Sumber Daya Manusia dan Transformasi PT Wijaya Karya (Persero), Tbk. Hadjar Seti Adji mengaku bangga menjadi bagian dari pembangunan Bandara Dhoho. Apalagi, penyelesainnya sesuai target.
“Kontribusi kami membangun di sini lengkap tidak hanya infrastruktur airportnya. Tapi juga sisi semua bangunan gedung juga. Dibangun oleh PT Wijaya Karya (WIKA),” terangnya saat ditemui usia kegiatan peresmian.
Dia mengatakan, dalam proses pembangunannya memang ada beberapa kendala. Salah satunya sempat terjadi kurangnya koordinasi menyangkut desain dengan pelaksanaan.
“Saya rasa biasa dalam suatu proses itu ada kendala di koordinasi. Menyangkut desain dan pelaksanaan saja. Namun memang tim yang bekerja bagian desain dan pelaksanaan bisa solid. Sehingga terus koordinasi aktif,” jelasnya.
Dia mengatakan, pada akhir 2023 lalu, WIKA sudah Professional hand over atau serah terima pekerjaan secara profesional kepada PT Gudang Garam Tbk. Walau demikian, WIKA masih memonitoring perawatan.
“Nanti akhir tahun ini serahkan seluruh operasionalnya. Selama itu kami mencatat apa yang perlu dimonitor dan sempurnakan. Artinya masih perawatannya dimonitor,” terangnya.
Ke depan, WIKA siap bekerjasama untuk melakukan pembangunan yang bertujuan mengembangkan Bandara Dhoho.
“Kami belum tahu karena menyesuaikan program klien (PT Gudang Garam Tbk, Red). Artinya kami menyesuaikan dengan program mereka. Kami selalu siap jadi partner mereka untuk program selanjutnya untuk pengembangan,” jelasnya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah