KEDIRI, JP Radar Kediri - Ratusan pendaftar seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) yang dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS), agaknya belum menyerah. Mereka memperjuangkan nasibnya di rekrutmen dengan mengajukan sanggahan.
Setidaknya ada puluhan pelamar yang sudah mengajukan berkas sanggah tersebut.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Kediri Noor Rokhayati melalui Kabid Pengadaan Informasi dan Fasilitas Profesi ASN Andri Sugiarto mengatakan, pelamar CPNS yang dinyatakan TMS memang bisa mengajukan sanggahan.
Dibuka sejak Jumat (20/9) lalu, sanggahan bisa diajukan hingga Minggu (22/9) ini.
Sehari jelang penutupan pengajuan masa sanggah kemarin (21/9), sedikitnhya ada 90 pelamar yang mengajukan sanggahan.
Andri memperkirakan jumlah pendaftar yang menyanggah masih bisa bertambah. Sebab, di Kabupaten Kediri total ada 995 orang yang dinyatakan TMS.
Apa saja yang disanggah oleh puluhan orang tersebut? Menurut Andri timnya belum memeriksa secara keseluruhan. Namun, mayoritas menyanggah terkait kualifikasi pendidikan dan indeks prestasi komulatif (IPK).
“Rata-rata menyanggah kalau kualifikasi pendidikannya sudah memenuhi persyaratan,” terang Andri.
Sembari menunggu hari terakhir masa sanggah Minggu (21/9) ini, pihaknya belum menjawab semua sanggahan yang masuk. Melainkan baru beberapa sanggahan saja.
Terutama, para penyanggah setelah dicek ulang memang tidak memenuhi persyaratan.
“Seperti kualifikasi pendidikannya benar-benar tidak sesuai dan bukan kesalahan verifikator. Ada juga yang benar-benar tidak melampirkan dokumen sesuai ketentuan,” jelasnya.
Meski jawaban sanggahan sudah mulai dikirim, Andri mengaku belum merekap keseluruhan jumlah sanggahan yang ditolak.
Hingga kemarin timnya masih memeriksa berkas sanggahan yang diajukan pelamar yang menyiapkan jawabannya.
Sementara itu, Muchamad Rudi Cahyono, 26, warga Desa Tulungrejo, Kecamatan Pare mengaku gagal dalam tahap administrasi alias TMS.
Meski demikian, dia optimistis jika sanggahan yang akan diajukan nanti diterima. Alasannya, Rudi mengaku sudah melampirkan tiga berkas yang disyaratkan.
Berkas-berkas tersebut menurut Rudi juga sudah diperiksa ulang. Karena itu, dia memastikan jika semua persyaratannya sudah sesuai.
“Setelah (mengirim sanggahan, Red) itu saya akan menunggu hasil sanggahan,” tutur Rudi sembari menyebut dirinya sudah melakukan serangkaian persiapan untuk mengikuti uji kompetensi CPNS.
Untuk diketahui, dari total 4.258 pendaftar, sedikitnya ada 995 pendaftar yang dinyatakan TMS. Hal tersebut dilakukan setelah berdasar verifikasi berkas, ternyata ditemukan ada yang tidak sesuai.
Penyebabnya beragam, mulai kualifikasi pendidikan yang tidak sesuai dan syarat lain yang kurang lengkap.
Ratusan orang itulah yang minggu ini berjuang lewat masa sanggah. Jika tidak ada sanggahan yang diterima, berarti ada 3.263 pendaftar yang siap mengikuti uji kompetensi melalui computer assisted test (CAT).
Mereka akan memperebutkan total 150 formasi. Terdiri dari 118 formasi tenaga teknis dan 32 lainnya formasi tenaga kesehatan.
Dengan jumlah pendaftar yang mencapai ribuan, persaingan untuk berebut kursi abdi negara itu sangat ketat.
Setidaknya satu kursi diperebutkan oleh 21 orang. Persaingan akan semakin ketat di formasi tertentu yang minat pendaftarnya jauh lebih banyak.
Seperti diberitakan, pendaftaran CPNS di Kabupaten Kediri dibuka sejak 20 Agustus lalu. Dari total 150 formasi yang didapat, sebanyak 32 formasi di antaranya untuk tenaga kesehatan. Kemudian, 118 formasi lainnya untuk tenaga teknis.
150 formasi itu diperebutkan oleh 4.258 orang pendaftar. Walaupun pendaftar membludak, ada tiga formasi yang kosong.
Yakni; dokter spesialis rehabilitasi medik, dokter spesialis pulmonologi dan kedokteran respirasi (paru), serta dokter spesialis kedokteran jiwa atau psikiatri.
Laki-laki berkacamata itu itu mengatakan, per Jumat lalu, sedikitnya sudah ada 90 orang yang melakukan sanggah.
Jumlah itu, diperkirakan bisa bertambah. Pasalnya dari 4.258 pendaftar, ada 995 yang gagal. Sehingga akan banyak yang juga melakukan s ngan persyaratan.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah