KEDIRI, JP Radar Kediri - Realisasi ruas tol akses ke Bandara Dhoho, agaknya dilakukan dalam waktu dekat. Akses tol yang rintisannya sudah dibangun di dekat Jembatan Bendomongal itu disebut-sebut akan dimulai Oktober nanti.
Pantauan koran ini, sejumlah pekerja terlihat melakukan pengukuran tanah terdampak yang sudah dibebaskan di Jl Mayor Bismo, Kelurahan Semampir.
Pengukuran terutama dilakukan di lokasi yang disebut sebagai titik awal konstruksi jalan tol akses ke bandara.
Sumber koran ini menyebutkan, pembangunan tol akses bandara direncanakan dimulai Oktober nanti. Pengukuran tanah yang dilakukan selama beberapa hari itu disebut-sebut sebagai salah satu tahapan jelang realisasi fisik.
“Tapi kepastian pembangunannya mulai kapan masih belum jelas. Masih ada serangkaian persiapan,” kata sumber yang mewanti-wanti agar namanya tak dikorankan.
Terpisah, Kasi Pengadaan Tanah dan Pengembangan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Kediri Tutur Pamuji mengatakan, dirinya belum mendapat informasi pasti terkait kapan proyek fisik dimulai.
“Kayaknya iya (pengukuran tanah terkait dengan persiapan konstruksi, Red). Mereka dari sipilnya,” kata Tutur sembari menyebut di tahapan realisasi fisik pihak pemrakarsa tidak berkoordinasi dengan BPN.
Sesuai mekanisme, BPN memang hanya berwenang melakukan pengadaan tanah.
“Kalau sudah selesai (pengadaan tanah, Red) kami serahkan ke TPT (tim pengadaan tanah, Red),” lanjut Tutur.
Lebih jauh Tutur menyebut, hingga kemarin memang belum semua bidang tanah yang terdampak Tol Kediri-Tulungagung akses ke bandara sudah bebas.
Dari total kebutuhan 658 lahan, baru 442 di antaranya yang sudah dibayarkan uang ganti ruginya (UGR).
Menurut Tutur, progres pembebasan tanah untuk akses bandara di Kota Kediri baru mencapai 67 persen.
Yang terbaru, Tim Pengadaan Tanah (TPT) Jalan Tol Kediri Tulungagung telah mencairkan UGR sebanyak 19 bidang di Kelurahan Bujel, Kecamatan Mojoroto.
Untuk diketahui, akses bandara di Kota Kediri melintas di empat kelurahan. Yakni, Kelurahan Semampir, Kecamatan Kota.
Kemudian Kelurahan Gayam, Gujel, dan Mojoroto di Kecamatan Mojoroto. Saat ini, PR pembebasan tanah tersebut masih menyisakan Kelurahan Gayam dan Kelurahan Bujel.
“Dananya belum turun, sehingga belum bisa dibayarkan,” ujar Tutur terkait beberapa bidang di Kelurahan Gayam yang masih belum dibayarkan.
Meski demikian, menurutnya proses pembebasan tanah tahap 1 tetap bergulir. Rencananya, dalam waktu dekat peta bidang tanah (PBT) dan daftar nominatif (danom) juga akan kembali diumumkan.
Dalam perkembangannya, proyek fisik jalan tol beberapa kali mundur dari jadwal. Semula, konstruksi direncanakan mulai di akhir 2023 lalu.
Pengadaan tanah yang juga terlambat disinyalir ikut memengaruhi proyek fisik yang tak kunjung dimulai.
Terkait hal itu, Tutur menyebut pihaknya sudah menjalankan tugas pengadaan tanah sesuai aturan. Proses pembebasan tanah pun menurutnya terus berjalan.
“Kalau kita tetap berjalan. Ini ada lagi yang mau diumumkan. Dan ada lagi yang mau dibayarkan,” tandasnya.
Di sisi lain, beberapa bidang tanah terdampak akses bandara di Kelurahan Mojoroto justru masuk tahap konsinyasi.
Yakni, UGR dititipkan kepada pengadilan negeri. Masing-masing bidang itu dinilai seharga Rp 2,6 miliar dan Rp 1,1 miliar.
Tutur mengatakan, pengajuan konsinyasi itu tidak didasari penolakan atas nilai ganti kerugian. Melainkan karena pemilik bidang masih bersengketa atas hak kepemilikan.
“Jadi terhadap objek pengadaan tanah yang masih dipersengketakan kepemilikannya, maka kita titipkan di pengadilan hingga ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap atau akta perdamaian,” bebernya terkait prosedur konsinyasi dua bidang tersebut.
Adapun dua bidang itu merupakan kasus konsinyasi Tol Kediri-Tulungagung pertama di Kota Kediri. Salah satu dari dua bidang itu masih belum bersertifikat, melainkan hanya petok.
“Justru karena belum sertifikat itu kita juga perlu prinsip kehati-hatian. Sehingga perlu putusan pengadilan untuk membuktikan siapa yang berkuasa menguasai dan memiliki bidang tanah tersebut,” urainya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah