Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Percantik Ikon Kabupaten Kediri, Pemkab Normalisasi Sungai Dekat Taman Hijau SLG 

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Rabu, 18 September 2024 | 18:07 WIB
DIKERUK: Satu unit alat berat melakukan pengerukan di sungai Kalasan, di sekitar Taman Hijau SLG, Kabupaten Kediri.
DIKERUK: Satu unit alat berat melakukan pengerukan di sungai Kalasan, di sekitar Taman Hijau SLG, Kabupaten Kediri.

KABUPATEN, JP Radar Kediri- Simpang Lima Gumul (SLG) telah menjadi ikon Kabupaten Kediri. Jaraknya dari Bandar Udara Dhoho Kediri sekitar 20 kilometer. Sebagai kawasan yang terhubung dengan transportasi udara, Pemkab Kediri terus mempercantik tempat wisatanya. 

Melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kediri, Pemkab melakukan normalisasi Sungai Kalasan, Desa Paron, Kecamatan Ngasem. Itu karena, untuk memperlancar aliran sungai yang mulai terjadi sedimentasi. Sekaligus mempercantik area Simpang Lima Gumul (SLG).

Endra Purnama Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Kegiatan Normalisasi Sungai Kalasan, Paron, Ngasem PUPR Kabupaten Kediri, normalisasi sungai Kalasan itu berada di area SLG yakni dekat dengan Taman Hijau. Endra mengatakan, kegiatan normalisasi itu dilaksanakan setelah adanya laporan pihak desa terkait adanya sedimentasi di area sungai.

“Usulannya tahun kemarin, namun belum bisa dilakukan. Jadi dilaksanakan tahun ini,” terang Endra saat ditemui di Kantor PUPR Kabupaten Kediri kemarin sore.

Baca Juga: Bupati Dhito dan Wabup Kediri Dewi Mariya Ulfa Mulai Cuti pada 25 September 2024

Selain karena adanya usulan pihak desa, normalisasi itu juga untuk membuat area publik ruang terbuka hijau Kabupaten Kediri bisa lebih indah. Menurutnya, kebersihan menjadi prioritas. Terlebih SLG merupakan ikon Kabupaten kediri.

“Ini juga untuk menghadapi atau persiapan musim hujan,” teragnya. Endra mengatakan, adapun sungai yang dinormalisasi sekitar 100 meter panjangnya. Anggaran yang digunakan dari APBD. Yakni dikhususkan untuk kegiatan operasi dan pemeliharaan jaringan irigasi.

“Untuk waktu pengerjaan fleksibel. Karena yang dikejar adalah jarak sungai,” terangnya. Endra mengatakan, untuk normalisasi itu, tanah sedimentasi akan diangkat. Dan diangkut menggunakan truk. Berikutnya penggunaan tanah sedimentasi itu diprioritaskan untuk keperluan desa. Seperti keperluan pengerukan atau sejenisnya.

“Tentu tidak diperjualbelikan,” jelasnya sembari menyebut mengerahkan lima personel untuk normalisasi sungai area SLG.

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#pemkab kediri #sedimentasi #taman hijau #Normalisasi #slg #sungai kalasan