Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pemkab Kediri Gelontorkan Rp 3,9 Miliar untuk Rehab Masjid An-Nur Pare

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Senin, 16 September 2024 | 16:30 WIB

 

IKON KABUPATEN KEDIRI: Kompleks Masjid An-Nur Pare yang megah difoto dari udara.
IKON KABUPATEN KEDIRI: Kompleks Masjid An-Nur Pare yang megah difoto dari udara.

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kerusakan di Masjid Agung An-Nur Pare akan segera teratasi. Sejumlah titik lokasi atap yang bocor akan segera mulus lagi.

Sebab, Pemkab Kediri mengalokasikan anggaran Rp 3,9 miliar untuk merehab masjid yang menjadi ikon Kabupaten kediri itu.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt Kepala Dinas Perumahan dan Permukiman (Perkim) Kabupaten Kediri Irwan Chandra Wahyu Purnama.

“Revitalisasi Masjid Agung An-Nur Pare akan dilakukan dalam tiga tahap,” kata Irwan.

Anggaran senilai Rp 3,9 miliar tahun ini, menurut Irwan merupakan alokasi untuk rehabilitasi bangunan tahap pertama. Adapun untuk tahap II akan dilanjutkan tahun depan.

Khusus untuk rehabilitasi tahap pertama, Irwan menargetkan proyek bisa selesai Desember nanti. Terkait tahapan yang berlangsung September ini, menurut Irwan panitia sudah selesai melakukan tender.

“Kami sedang menyelesaikan proses administrasinya,” lanjut Irwan.

Dengan selesainya tender proyek, Irwan optimistis proyek bisa dimulai dalam satu atau dua minggu ke depan.

Irwan menuturkan, revitalisasi Masjid Agung An-Nur meliputi beberapa hal. Di antaranya, memperbaiki atap yang bocor dan aksesibilitas jemaah yang hendak beribadah di masjid megah itu.

Untuk diketahui, Masjid Agung An-Nur hanya memiliki satu akses masuk. Menurut Irwan hal tersebut menyulitkan jemaah yang hendak masuk ke Masjid Agung An-Nur.

“Konsepnya untuk mempermudah aksesbilitas orang yang mau salat. Ketika ada bus yang kebablasan misalnya, karena pintu masuknya hanya satu, untuk masuk lagi jadi harus muter. itu pasti akan menyulitkan juga,” terangnya.

Sementara itu, Takmir Masjid Agung An-Nur Pare Sulthonuddin Aziz menyebut pihak dinas perkim sudah melakukan beberapa kali survei.

“Cuma realisasi kapan belum mendapatkan penjelasan dari Pemkab Kediri. Kami masih menunggu,” terang laki-laki yang akrab disapa Sulthon itu.

Lebih jauh Sulthon menyebut pihaknya memang mengajukan beberapa item perbaikan masjid. Selain atap yang bocor, mereka juga meminta perbaikan aksesibilitas.

“Sebetulnya banyak yang kami laporkan. Termasuk dinding kaca yang mempengaruhi kualitas suara. Kemudian, paving jalan masuk juga sudah mulai tidak karuan. Pengecatan dan lain-lain,” jelas Sulthon memerinci kerusakan di masjid.

Dari beberapa kerusakan itu, diakui Sulthon jika kebocoran atap dan aksesibilitas adalah yang paling mendesak.“Bagaimana itu dimodifikasi supaya akses masuk lebih mudah,”pintanya.

 

 Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #kediri #pare #masjid #Masjid Agung An Nur Pare #renovasi #jawa pos